Kecelakaan Kerja di PT BAI
Berlabel Proyek Strategis Nasional, Pemkab Mempawah Ingatkan PT BAI Prioritaskan Keselamatan Kerja
Kecelakaan kerja pertama pada 4 Agustus ialah, ada dua pekerja tertimbun tanah saat pengerjaan penggalian lobang untuk pemasangan pipa.
Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Penjabat (Pj) Sekda Mempawah, Juli Suryadi, mengingatkan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) agar lebih mengedepankan keselamatan kerja bagi seluruh pekerjanya.
Hal tersebut dipertegas Pj Sekda Juli Suryadi seusai bertemu pihak perusahaan, bersama dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalbar, di Kantor Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu 14 Agustus 2024 siang.
"Dalam pertemuan ini mengingatkan kembali kepada PT BAI terkait hak-hak tenaga kerja dan berkenan keselamatan kerja yang juga harus lebih diutamakan," tegas Juli.
Juli berharap, dari kejadian kecelakaan kerja yang baru-baru terjadi dapat dijadikan bahan evaluasi PT BAI untuk perbaikan kedepannya.
"Mudah-mudahan Proyek Strategis Nasional ini bisa berjalan dengan baik dan tidak ada masalah apa-apa. Karena kita tidak mau ada kejadian-kejadian kecelakaan yang terjadi lagi kedepannya," tegas Juli.
Baca juga: PT BAI Mempawah Hentikan Sementara Pekerjaan, Usai Alami Dua Kecelakaan Kerja Dalam Waktu Berdekatan
Selain itu, Pj Sekda turut meminta pihak PT BAI dapat memperhatikan saran dan masukan dari Dinas Ketenagakerjaan Provinsi bersama Tim Pengawas Ketenagakerjaan, untuk langkah perbaikan kedepannya.
"Kebetulan ada juga Pengawas Ketenagakerjaan dari Provinsi yang datang untuk melihat persyaratan yang ada memenuhi ataupun tidak terkait keselamatan kerja. Harapan kita tentu Proyek Strategis Nasional ini bisa berjalan dengan baik dan lancar," jelas Juli.
Diketahui sebelumya, terdapat dua kecelakaan kerja dalam waktu yang berdekatan, yakni pertama terjadi pada 4 Agustus, dan kecelakaan kerja kedua terjadi pada 12 Agustus 2024.
Kecelakaan kerja pertama pada 4 Agustus ialah, ada dua pekerja tertimbun tanah saat pengerjaan penggalian lobang untuk pemasangan pipa menggunakan alat berat.
Dua pekerja tersebut yakni Irhamsyah (26) warga Desa Seuneubok Cina Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Serta korban satunya lagi bernama Tanjung Rianto Parnigotan Sinaga (46) warga Tangerang Provinsi Banten.
Pada kecelakaan kerja tersebut, Irhamsyah dinyatakan meninggal dunia dan dikebumikan di Aceh kampung halaman korban. Selanjutnya Tanjung Rianto Parnigotan Sinaga selamat dan dirawat di Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang.
Kemudian kecelakaan kerja kedua pada 12 Agustus, yakni ada satu orang pengawas yang terlindas excavator dan dinyatakan meninggal dunia, atas nama Kon Ji Fam (41) warga Tanjung Gundul, Karimunting, Bengkayang. (*)
Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
TribunBreakingNews
Kecelakaan Kerja
PT BAI
proyek strategis nasional
PT Borneo Alumina Indonesia
Mempawah
Korban Kecelakaan Kerja PT BAI Sempat Dibawa ke Rumah Sakit, Ini Penjelasan Direktur RSUD dr Rubini |
![]() |
---|
Dua Pekerja Alami Kecelakaan Kerja, PT BAI Mempawah Sampaikan Duka Mendalam |
![]() |
---|
Satu Pekerja Proyek PT BAI Meninggal Dunia Usai Alami Kecelakaan Kerja Tersengat Listrik |
![]() |
---|
Dua Pekerja Proyek Smelter PT BAI Mempawah Alami Kecelakaan Kerja, Satu Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Babak Baru Kecelakaan Kerja di Areal Proyek SGAR PT BAI, Polres Mempawah Tetapkan Satu Tersangka |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.