Info DPRD Sintang
Dukung Revisi Perbup Soal Tarif Ambulance, Sandan: Biar Tidak Ada Lagi Oknum Sopir Nakal
"Kita minta harus cepat diselesaikan biar tidak ada istilahnya melebar. Kemudian untuk sopir ini kita serahkan ke rumah sakit disiplinnya sebagai pega
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sandan mendukung langkah RSUD Ade M Djoen Sintang yang telah mengajukan draft perubahan untuk tarif jasa ambulance dalam Peraturan Bupati Sintang tahun 2024 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.
"Saya pikir perlu juga merevisi perbup. Apalagi ini masalah BBM. Perlu juga biar tidak ada lagi oknum sopir nakal. Kalau perlu perbup itu direvisi sesuai kondisi bbm. Apalagi kalau tidak mengisi BBM di SPBU. Misal habis di jalan. Harga terap beda. Saya juga menyarankan perbup itu tolong direvisi sesuai kondisi sekarang, biar tidak menimbulkan persoalan kedepannya," kata Sandan.
Legislator Partai Gerindra ini juga mendorong agar managemen RSUD Ade M Djoen membenahi pelayanan supaya kejadian oknum sopir meminta uang ke pasien tidak terjadi lagi kedepannya.
"Tolong benahi managemen rumah sakit ini apalagi ada kejadian seperti jangan sampai terulang, lah," harap Sandan.
Terhadap oknum sopir berulah, Sandan meminta agar segera diberikan sanksi sesegera mungkin, supaya persoalannya tidak melebar.
• RESMI Oknum Sopir Ambulance RSUD Ade M Djoen Sintang Dinonaktifkan
"Kita minta harus cepat diselesaikan biar tidak ada istilahnya melebar. Kemudian untuk sopir ini kita serahkan ke rumah sakit disiplinnya sebagai pegawai. Kalau sudah sering kejadian tinggal nanti pihak rumah sakit kalau ndak mampu membina tinggal serahkan ke BKD urusan kepegawaian," tegas Sandan.
Sebelumnya viral okum sopir ambulance RSUD Ade M Djoen Sintang meminta biaya tambahan bayar BBM sebesar Rp 600 ribu kepada keluarga pasien saat mengantar jenazah.
Oknum sopir ambulance itu berdalih, mobil ambulance yang digunakan untuk mengantar jenazah bayi itu menggunakan BBM jenis Dexlite. Sehingga ada selisih harga dengan yang ada dalam Perbup.
Permintaan oknum sopir itu ditolak oleh keluarga pasien. Selain karena tidak punya uang mereka juga sudah membayar Rp 690.000 di kasir RSUD sesuai Perbup.
Setelah mengisi BBM jenis Dexlite, Oknum sopir kemudian menawarkan untuk ganti ambulance sesuai standar Perbup. Namun keluarga pasien menolak dan turun dari ambulance sembari menggendong jenazah bayi yang meninggal dalam kandungan.
Setelah perdebatan panjang, jenazah bayi laki-laki itu pulang ke rumah duka di Kayan Hilir menggunakan mobil rental.
Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, Ridwan Hasiholan Pane menyebut, ambulance dengan bahan bakar Dexlite tersebut tidak direkomendasikan digunakan ke luar kota. Dengan alasan selisih harga BBM dengan Perbup. Namun, jika ambulance itu terpaksa digunakan, harus mendapatkan persetujuan managemen.
"Kalau digunakan itupun atas persetujuan direktur dan biaya dibebankan ke rumah sakit. Itu alternatif terakhir. Kalaupun ada selisih bayar, kita yang tanggung bukan keluarga pasien," ujar Ridwan.
Ridwan mengkliam jika semua jenis operasional ambulance sudah diatur dalam perbup. Baik BBM, biaya sopir dan perawat. Bahkan, BBM ambulance juga sudah terisi dan siap digunakan.
"Sudah ada uang operasional di perbup. Ada uang sopir perawat bensin semua dibayarkan kalau dia sudah kerja. Uang baru dikasih setelah kerja. BBM selalu tersedia. Kan diisi umpamanya sopir berangkat setelah digunakan diisi lagi. Dexlite sebenarnya tidak kita rekomendasikan ya karena ada selisih harga. Kalaupun darurat selisih itu tidak boleh dibebankan ke pasien. Harus rumah sakit yang tanggung. Karena mobil itu memang digunakan di kota saja," beber Ridwan. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
Perbup
berita viral hari ini
Berita Viral
tarif
ambulance
Sandan
Info DPRD Sintang
ViralLokal
Sintang
Kalbar
Kalimantan Barat
Kamis 18 Juli 2024
sopir
Ketua DPRD Indra Subekti Sebut Bupati Perlu Sisir Anggaran APBD Sintang |
![]() |
---|
Santosa Minta Dinas Kesehatan Sintang Perhatikan Ketersediaan Obat di Puskesmas dan Rumah Sakit |
![]() |
---|
Persiapan 95 Persen, Besok Gladi Bersih Proses Pelantikan Anggota DPRD Sintang Terpilih |
![]() |
---|
Marchues Afen Pastikan 9 September 2024 Pelantikan 40 Anggota DPRD Sintang Periode 2024-2029 |
![]() |
---|
Heran Gas LPG di Perbatasan Kerap Langka, Heri Jambri Minta Pemda Sintang Ambil Tindakan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.