Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Sintete

Ball pres sebanyak 8 bal dengan nilai barang sebesar Rp5,5 Juta. Peralatan elektronik sebanyak 4 unit nilai barang Rp1,650 Juta.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/IMAM MAKSUM
Bea Cukai Sintete memusnahkan puluhan ribu batang rokok ilegal dan BMN lainnya hasil penindakan kepabeanan dan cukai, Jumat 28 Juni 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Puluhan ribu batang rokok ilegal dan barang lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar dan dihancurkan oleh Bea Cukai Sintete, Jumat 28 Juni 2024.

Bea Cukai Sintete memusnahkan sedikitnya 95.440 batang rokok dan pakaian bekas impor (lelong) serta peralatan elektronik, obat-obatan dan minuman kaleng.

Kepala Seksi Perbendaharaan Basar Oli Hakim KPPBC TMP C Sintete merincikan barang milik negara (BMN) yang dimusnahkan diantaranya hasil kepabeanan dan cukai.

Basar menambahkan, pelanggaran di bidang kepabeanan berupa 1 barang elektronik dan pakaian sebanyak 4 bag dengan nilai barang sebesar Rp3 Juta.

Ball pres sebanyak 8 bal dengan nilai barang sebesar Rp5,5 Juta. Peralatan elektronik sebanyak 4 unit nilai barang Rp1,650 Juta.

Bea Cukai Sintete Musnahkan Barang Ilegal, Diantaranya Berupa Pakaian Bekas dari Malaysia dan Rokok

"Obat-obatan sebanyak 2 strip dan 1 botol dan 68 pcs dengan nilai barang Rp123.180.000. Mesin chain saw sebanyak 1 unit dengan nilai Rp400 ribu," katanya.

Selanjutnya, 27 handphone nilai barang Rp13,5 Juta. Racun tanaman dan serangga sebanyak 53 botol dan 2 karung dengan nilai Rp16,1 Juta. Sekop sebanyak 2 unit dengan nilai Rp300 ribu.

"Senjata tajam sebanyak 1 pcs dengan nilai barang Rp100 ribu. BKC HT sebanyak 20.008 batang dengan nilai Rp35.868.910. BKC MMEA sebanyak 35,04 liter dengan nilai Rp4.861.600," ujarnya.

Dengan total nilai barang Rp204.480.510 dengan potensi kerugian negara Rp184.892.647.

Sementara itu, lanjut dia, pelanggaran di bidang cukai pihaknya memusnahkan BKC HT sebanyak 95.440 batang dengan nilai barang sebesar Rp133.173.720 dengan potensi kerugian negara Rp90.401.344.

"Total nilai barang dari seluruh pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai adalah Rp 337.654.230 dengan potensi kerugian negara Rp275.293.991," katanya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved