Karhutla di Kalbar

Kalbar Bersiap Hadapi Karhutla, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca, Targetkan Lahan Gambut

Selain Kalbar, ada Provinsi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, hingga Kalimantan Tengah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Kolase/fz
Ilustrasi Karhutla (kanan) | Foto bersama BPBD Provinsi Kalbar, diwakili Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalbar menghadiri peresmian dimulainya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Wilayah Kalbar, di Lanud Supadio Pontianak, Selasa 25 Juni 2024 (kiri). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masuk ke dalam salah satu dari lima provinsi yang bakal dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada periode Juli hingga September 2024.

Selain Kalbar, ada Provinsi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, hingga Kalimantan Tengah.

Untuk itu, Provinsi Kalbar tengah melakukan sejumlah persiapan antisipasi Karhutla.

Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi kelas I Supadio Pontianak, Sutikno mengungkapkan bahwa Provinsi yang menjadi target OMC terjadwal secara rinci.

"Untuk di Kalbar akan terlaksana pada hari ini (25 Juni) hingga 5 Juli 2024 mendatang," katanya kepada TribunPontianak.co.id, Selasa 25 Juni 2024.

Top 3 Pontianak Hari Ini: BMKG Gelar OMC di 5 Provinsi, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023

Sebelumnya, OMC sudah sementara dilakukan di Riau pada 14 Juni - 3 Juli dan Jambi pada 20 Juni - 1 Juli 2024.

Kemudian dilanjutkan di Kalbar pada 25 Juni - 5 Juli, Sumatra Selatan pada 3-12 Juli dan Kalimantan Tengah pada 5 Juli-15 Juli 2024.

"OMC ini dilakukan untuk membasahi lahan gambut dan mengisi kubah-kubah air di lahan gambut. Pembasahan lahan gambut dilakukan sebelum memasuki puncak musim kemarau untuk menekan potensi lonjakan hotspot," jelasnya.

Untuk itu, BMKG berkomitmen dan terus mengembangkan serta menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai upaya mitigasi bencana, guna melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak buruk Karhutla.

Lahan Gambut Jadi Target OMC

Saat dikonfirmasi, Koordinator lapangan OMC Kalbar, Halda Aditya Belgaman menjelaskan daerah yang menjadi target OMC meliputi wilayah rawan Karhutla yang memiliki lahan-lahan gambut.

"Lahan gambut di Kalbar meliputi Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Sintang, Sanggau dan Sekadau," katanya kepada TribunPontianak.co.id saat dikonfirmasi pada Selasa 25 Juni 2024.

Adapun pelaksanaannya, pada wilayah Kalbar sendiri akan dimulai pada Selasa 25 Juni 2024 kemarin hingga Jumat 5 Juli 2024 mendatang.

"Untuk bahan semai yang digunakan NaCl powder. Disiapkan 13 TON untuk 11 hari," jelasnya.

Kalbar Populer Hari Ini: Kalbar Masuk Target Sasaran OMC, Pemancing Ditemukan Tewas di Landak

BPBD Antisipasi Kemarau

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar telah melakukan langkah antisipasi, memasuki musim kemarau yang berpotensi terjadinya Karhutla di Kalbar.

Salah satunya, BPBD Provinsi Kalbar mendorong seluruh Kabupaten/Kota untuk menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat Karhutla mengawasi ( Patroli darat ) secara rutin untuk mengawasi desa atau kelurahan yang berpotensi Karhutla.

“Dalam rangka mengantisipasi kemarau yang berpotensi menimbulkan Karhutla , kita (BPBD Provinsi Kalbar) sudah mendorong BPBD Kabupaten/Kota untuk menetapkan status siaga Karhutla,” ujar Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel kepada TribunPontianak.co.id, Selasa 25 Juni 2024.

Kemarin, dikatakan Daniel bahwa BPBD Provinsi Kalbar, diwakili Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalbar juga telah menghadiri di mulainya OMC di Wilayah Kalbar, di Lanud Supadio Pontianak.

“Tadi BPBD Kalbar telah menghadiri Pelaksanaan OMC, yang secara teknis untuk pelaksanaannya ada di BMKG, yang berlangsung di Lanud Supadio,” pungkasnya.

BPBD Sambas dan Kapuas Hulu Belum Terima Informasi OMC

Soal OMC, BPBD Kabupaten Sambas masih belum mendapat informasi pelaksanaan OMC di wilayah Sambas.

"Saya belum mendapat informasi dari BPBD Kalbar terkait Modifikasi Cuaca," kata Kepala BPBD Sambas Marjuni, Selasa 25 Juni 2024.

Marjuni mengatakan, untuk antisipasi terjadinya Karhutla di Sambas, pihaknya melakukan sosialisasi di beberapa desa yang berpotensi terjadinya Karhutla.

"Untuk antisipasi Karhutla Pemkab Sambas sudah beberapa kali melalukan himbauan ke warga masyarakat," katanya.

Sosialisasi ke beberapa desa, jelas dia, melalui pertemuan, koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa melalui Tagana, MPA dan relawan desa.

"Untuk bersama mengupayakan penanganan Karhutla di wilayah masing-masing," katanya.

BRGM Cegah Karhutla Melalui Pendampingan Petani

Dia menyebutkan sejumlah wilayah kecamatan yang rawan terhadap Karhutla ialah Jawai, Paloh, Selakau Timur.

"Wilayah kecamatan di Kabupaten Sambas yang rawan Karhutla Jawai, Paloh, dan Selakau Timur umumnya didominasi daerah bergambut," ungkapnya.

Senada, Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan menyampaikan, pihaknya belum menggunakan OMC untuk pengendalian Karhutla.

"Sejauh ini belum ada informasi dari Provinsi Kalimantan Barat, terkait penanganan Karhutla dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan khususnya di Kapuas Hulu," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 25 Juni 2024.

Gunawan menjelaskan, OMC ini digunakan pada kondisi tertentu yang diusulkan oleh Pemerintah Pusat ke Provinsi.

"Biasanya ada provinsi provinsi tertentu yang memang sudah di tentukan," ucapnya.

Dalam hal ini jelas Gunawan, pihaknya menunggu kebijakan atau perintah dari Provinsi Kalimantan Barat, untuk menggunakan OMC tersebut.

"Kalau memang harus gunakan OMC, akan ada penjelasan secara detail bagaimana cara penggunaannya," ujarnya.

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved