BRGM Cegah Karhutla Melalui Pendampingan Petani

Lanjutnya, ada 3 tugas BRGM yang berdampak pencegahan dan bisa turut menanggulangi terjadinya karhutla.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hadi Sudirmansyah
Fasilitator Peningkatan Partisipasi Masyarakat BRGM Kalbar Hermawansyah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkait Bencana Karhutla yang sering terjadi di Kalbar, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Kalbar turut serta melakukan penanggulangan melalui metode pencegahan.

Seperti yang di utarakan Fasilitator Peningkatan Partisipasi Masyarakat BRGM Kalbar Hermawansyah menuturkan provinsi Kalbar merupakan satu diantara 7 provinsi Se Indonesia yang mendapatkan amanah dari Presiden RI yang di lakukan Restorasi Gambut yakni memulihkan ekosistem gambut akibat karhutla

"Berawal di tahun 2015 , karhutla yang cukup besar terjadi yang mengakibatkan kerusakan ekosistem Gambut di Kalimantan Barat," kata Hermawansyah pada Selasa 25 Juni 2024

Dikatakannya lagi, Nah adanya BRGM ini yang di fokuskan lebih pencegahan dan merestorasi terutama di lahan gambut, bukan menanggulangi karhutla seperti BPBD dan Manggala Agni.

Lanjutnya, ada 3 tugas BRGM yang berdampak pencegahan dan bisa turut menanggulangi terjadinya karhutla.

Baca juga: Laporan Bantuan Keuangan Wajib, PJ Wako Pontianak Sebut Parpol yang Langgar Ketentuan Akan Disanksi

"Pertama yakni pembasahan kembali lahan gambut bila terjadinya kemarau, dengan membangun kanal-kanal dan melakukan penyekatan, sehingga lahan gambut senantiasa basah dan bisa di manfaatkan air yang di kanal untuk menanggulangi terjadinya karhutla," ungkap Hermawansyah

Dikatakannya lagi, kedua yakni melakukan penanaman kembali dengan tanaman khas kawasan gambut seperti tanaman keras atau pohon jelutung di lahan kawasan gambut terbakar akibat karhutla dan ketiga revitalisasi melalui metode pengelolaan lahan tanpa bakar (PLTB) yang berdampak perekonomian masyarakat yang tentunya diawali dengan dukungan stimulus serta diberikan pendampingan fasilitator, karena metode PLTB seperti produksi tanaman hortikultura untuk mendukung perekonomian masyarakat.

Kepada Tribun Pontianak, Hermawansyah juga metode Pengelolaan lahan tanpa bakar (PLTB) yang saat ini telah pihaknya sosialisasikan di beberapa desa dan kelurahan yang ada di beberapa kabupaten kota diantaranya Kubu raya, mempawah, Sambas, Kayong Utara, Ketapang dan kota Pontianak

"Kita bentuk Desa Mandiri Peduli Gambut, dengan berikan pendampingan fasilitator ke masyarakat untuk menjalankan metode PLTB ini, paling besar di Kubu Raya," katanya.

Lanjutnya, metode PLTB ini dengan pupuk cair organik dan murah meriah serta low cost karena pupuk cair yang berasal bahan buah nanas dan pepaya, kepala udang, tahi ayam yang di permentasi dengan modal sekitar Rp 50-100ribu untuk cukup lebih dari 1 hektar.

"Karena selama ini petani bakar dan pupuk kimia lagi, maka jatuhnya modal kerja para petenai jadi high cost, contohnya 1 hektare dibutuhkan 2 ton pupuk kimia, dan harga 1 karung pupuk kimia yakni 50 ribu, 2 ton pupuk kimia itu sekitar 40 karung dengan total cost yang di keluarkan sekitar Rp 2 juta, dan itu pun bila harga pupuk kimia dengan harga normal." Jelasnya

Dan Hermawansyah juga mengatakan untuk di kabupaten Mempawah sendiri BRGM telah melakukan pendampingan di desa-desa di lima kecamatan yakni Sungai Pinyuh, Mempawah Timur, Segedong, Jongkat dan Anjongan.

"Termasuk di kabupaten Kubu Raya, BRGM banyak melakukan intervensi agar para petani terbiasa dengan metode PLTB ini yang tentunya berdampak meningkatnya perekonomian masyarakat dan mencegah terjadi karhutla di lahan gambut," pungkasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved