UPB Gelar Kuliah Umum Siapkan SDM Lokal Dalam Pengelolaan SDA yang Berkelanjutan di Kalbar

Pada kesempatan yang kali ini, UPB mengadakan kuliah umum yang membahas terkait SDA Kalbar yang sejatinya melimpah dan berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Firdaus
Universitas Panca Bhakti (UPB) menggelar kuliah umum penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan, bertempat di Gedung Rektorat UPB, Sabtu 8 Juni 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Universitas Panca Bhakti (UPB) menggelar kuliah umum penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan, bertempat di Gedung Rektorat UPB, Sabtu 8 Juni 2024.

Kuliah umum ini diisi oleh para narasumber hebat, diantaranya ada peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Yohannes Sardjono, Vice President off Human Capital & General Affair PT Borneo Alumina Indonesia Andi Deby Grecia, Choice Executive Motoriz Okto Larido, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat Adi Yani.

Rektor UPB, Dr Purwanto mengatakan kuliah umum seperti ini rutin diselenggarakan oleh UPB.

Pada kesempatan yang kali ini, UPB mengadakan kuliah umum yang membahas terkait SDA Kalbar yang sejatinya melimpah dan berkelanjutan.

"Untuk itu kita sebagai orang Kalbar, tentu tidak boleh hanya menjadi penonton, kita coba potret dan bedah di universitas," ucapnya.

Baca juga: Menuju Kampus International, IAIS Sambas Silaturahmi dengan Prince Of Songkhla University Thailand

Kemudian, lanjut Dr Purwanto, UPB sebagai kampus yang ditunjuk oleh Bapennas jadi sentra sentra SDGs di Kalbar tentu mempunyai beban untuk menjadi garda terdepan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

"Baik yang kaitannya dengan pembangunan sosial, pembangunan ekonomi, maupun pembangunan tata kelola lingkungan," katanya.

"Bahkan saat ini kita juga lagi mendorong untuk menjadi sentra konversi energi, jadi energi otomotif bensin ke listrik," tambahnya.

Berkaitan dengan tata kelola SDA, Dr Purwanto melihatnya dari dua sudut pandang, yakni dari sisi masyarakat dan pelaku usaha

Ia menjelaskan di satu sisi masyarakat melihatnya sebagai aset, tetapi satu sisi pelaku usaha melihatnya sebagai suatu komoditas,

"Yang namanya komoditas ini kan spiritnya adalah orientasi profit, eksploitasi lah. Sementara dari sisi masyarakat melihatnya sebagai aset yang harus langgeng, dipelihara dan di jaga," sebutnya.

"Nah kuliah umum ini mencari titik temu ini lah, bagaimana kita bedah di sini. Jadi bisa mengambil jalan tengahnya, satu sisi tata kelola SDA yang basisnya orientasi profil tapi tidak mengenyampingkan keberlanjutan yang turun temurun, yang harus dijaga atau dilestarikan, bukan hanya untuk generasi sekarang tapi untuk generasi seterusnya," tandasnya.

Sementara itu salah satu Narasumber, Prof Yohannes Sardjono agar SDM lokal Kalbar mampu menjadi tuan di rumahnya sendiri, terlebih dengan kondisi SDA yang melimpah.

"SDM lokal kita harus kuat, kalau anda tidak punya kompetensi yang jelas, bergaining anda, nilai tawar anda akan rendah," ujarnya.

Prof Yohannes Sardjono mengaku heran mengapa pertumbuhan Kalbar termasuk salah satu yang rendah di Indonesia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved