Ternyata WNA Malaysia Sudah 5 kali Selundupkan Narkoba ke Indonesia

Berat total 20 bungkus teh kemasan Guanyinwang warna merah berisikan narkoba jenis sabu tersebut di ketahui sebanyak sekitar 21,2 Kilogram.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hadi Sudirmansyah
Danrem 121/ABW Brigjen TNI Luqman Arief bersama PJU Korem 121/ABW dan Dansatgas Pamtas RI-malaysia saat pimpin konferensi pers pengungkapan narkoba jenis sabu sebanyak 20 paket pada Senin 3 Juni 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ternyata satu diantara WNA Malaysia yang turut diamankan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yon Armed 16/TK, kasus narkotika 20 bungkus di Jagoi Babang Kab Bengkayang itu bukan pertama kali.

Informasi di peroleh WNA Malaysia tersebut sudah 5 kali melakukan penyelundupan narkoba ke Indonesia melalui jalur perbatasan Kalbar, namun ke 6 kalinya tertangkap.

Seperti ketahui prajurit TNI AD Satgas Pamtas RI-Malaysia Sektor Barat Yon Armed 16/Tumbak Kaputing berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 20 bungkus teh kemasan Guanyinwang pada 30 Mei 2024 dini hari melalui Ds Semunying Jaya Kec Jagoi Babang.

20 bungkus teh kemasan Guanyinwang yang diduga kuat narkoba jenis sabu tersebut di amankan dari 5 orang pelintas batas yang diantaranya dua orang WNA Malaysia, satu orang warga kabupaten Landak dan dua orang warga kabupaten Bengkayang.

Berat total 20 bungkus teh kemasan Guanyinwang warna merah berisikan narkoba jenis sabu tersebut di ketahui sebanyak sekitar 21,2 Kilogram.

Baca juga: 3,3 Juta Pengguna Narkoba di Indonesia, Kepala BNN RI : Perlu Peran Tokoh Bentuk Bengteng Moral

Informasi yang diperoleh Tribun Pontianak, penangkapan ke lima orang pelintas batas itu oleh anggota Satgas Pamtas Yon Armed 16/TK Pos Kumba Semunying ketika sedang akan memasukan barang ke mobil.

Kemudian di saksikan ke 5 orang Pelintas Batas, beberapa tas ransel di geledah dan tampak di hadapan ada beberapa bungkus plastik kemasan yang dilakukan pada malam hari di bertempat di Co. 49 N 362149 E166138 di jalan kebun PT. Ledo Lestari 1 Divisi 6 Ds. Semunying Jaya Kec. Jagoi Babang Kab. Bengkayang.

Dan identitas ke lima orang pelintas batas yang diamankan yakni JK (35) dan BD (45) warga Seluas Kab Bengkayang, SP (42) Warga Menjalin Kab Landak, DD (26) warga Serawak Malaysia dan RN (34) Warga Miri, Malaysia.

Serta sejumlah barang bukti yang diamankan yakni berupa 20 Bungkus teh kemasan Guanyinwang yang diduga kuat berisikan narkoba jenis Sabu seberat ± 25,4 Kg, 2 Buah dompet hitam, 3 Unit HP Merk Infinix, Oppo dan Honor. 2 Paspor, 2 Kartu ATM (Mandiri dan BRI), 2 Tas Ransel gendong warna Hitam dan Biru, Uang Tunai Rp. 466 Ribu Dan RM.157, 2 Unit Sepeda Motor Jupiter Z dan Jupiter MX serta 1 unit mobil Sigra warna putih Nopol KB 1347 KD.

Pada konferensi pers yang di gelar oleh Korem 121/ABW Yang turut menghadirkan ke lima pelintas batas yang diduga kurir narkoba 20 bungkus paket

Komandan Korem 121/ABW Brigjen TNI Luqman Arief juga menuturkan adanya perubahan berat bruto barang bukti narkotika jenis sabu yang semula diinformasikan sebanyak 25,4 kg tapi setelah di timbang ulang ternyata miliki berat 21,2 Kg, hal tersebut lantaran terkendala alat timbang saat di kawasan perbatasan.

"saat hendak dilakukan pengiriman kepada Korem 121/Abw, dilakukanlah penimbangan ulang menggunakan timbangan digital khusus narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Daerah untuk memastikan berat, dengan total bungkusan yang sama yaitu 20 bungkus mendapatkan hasil 21, 2 kilogram,” ujar Danrem 121/Abw Brigjen TNI Luqman Arief saat konferensi pers yang dilakukan di Markas Korem 121/Abw pada Senin 3 Juni 2024.

Danrem 121/ABW Brigjen TNI Luqman Arief juga mengatakan dirinya selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi Satgas Pamtas RI-Malaysia sangat mengapresiasi hasil dari pengagalan ini, karena hal ini tentunya bisa menyelamatkan banyak dari generasi penerus kita nantinya.

“Patut kita apresiasi atas pengagalan penyelelundupan ini, dan tentunya ini bukan pertama kali Satgas Pamtas berperan penting dalam menjaga kedaulatan dan perang terhadap narkoba,” ujarnya.

Dirinya tidak akan pernah redup dalam memerangi narkoba demi menyelamatkan bangsa.

”Kita perangi hantam jangan sampai berhenti, karena kita tau terjadinya penyelundupan ini ingin merusak generasi generasi selanjutnya dengan narkoba, oleh sebab itu mari bersama-sama kita perangi tanpa henti, war on drugs,” pungkasnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved