Sebanyak 3,3 Juta Warga Indonesia Terlibat Narkoba, BNN RI : Harus Dihancurkan

Kepala BNN RI menghadiri kegiatan serah terima terhadap tersangka dan barang bukti penangkapan penyelundupan narkotika jenis sabu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Kepala BNN RI, Marthinus Hukom saat melakukan kegiatan serah terima barang bukti dan tersangka kasus penyelundupan narkoba jenis sabu, berlangsung di Aula Makodam XII Tanjungpura, Kalimantan Barat, Senin 3 Juni 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala BNN RI, Marthinus Hukom mengungkapkan berdasarkan hasil survei tahun 2023, sebanyak 3,3 juta Warga Negara Indonesia terlibat Narkoba.

"Survei itu ada kurang lebih 3.3 juta Warga Negara Indonesia yang terlibat narkoba," katanya diwawancarai di Aula Makodam XII Tanjungpura, saat Kunker di Kalimantan Barat, Senin 3 Juni 2024.

Pada kunjungan kerja ini, Kepala BNN RI menghadiri kegiatan serah terima terhadap tersangka dan barang bukti penangkapan penyelundupan narkotika jenis sabu.

Penangkapan tersebut dilakukan di jalur tidak resmi perbatasan, Desa Semunying Jaya, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, pada 30 Mei 2024, sekira pukul 02:30 WIB.

Adapun barang bukti yang diamankan sebanyak 21,2018 Kg (Kemasan Teh Guwanyingwang 20 paket) dengan tersangka sebanyak 5 orang (2 orang WNA dan 3 orang WNI).

Baca juga: Kodam XII Tanjungpura Serahkan 5 Penyelundup dan 21,2 Kg Sabu dari Malaysia ke BNN

Dengan adanya penangkapan ini ia mengatakan, akan menyelamatkan warga dan negara terhadap eksistensi kasus narkoba.

"Kita sedang bercita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2025 dan untuk menciptakan itu perlu generasi yang sehat secara fisik, moral dan mental. Barang ini adalah kontra dari tesis program itu, maka harus kita hancurkan," jelasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan pesan kepada para pengedar dengan memastikan bahwa keterlibatan para pengedar narkoba selalu dibayang-bayangi oleh negara.

"Kalian (pengedar) sedang berhadapan dengan negara, penangkapan ini harus menjadi pesan keras kepada mereka," tuturnya.

"Kita tidak diam, negara tidak diam dan kita bekerjasama untuk melawan mereka, mudah-mudahan kerjasama ini terus berlanjut dan mampu mewujudkan generasi emas 2025," tutupnya. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved