Datangkan 7 Penyelam, Kapal Bidar Pelangi Jubair yang Karam Mulai Dievakuasi

"Jam 7 malam, penjaga kapal izin pulang karena sakit. Setelah minum obat ketiduran sampai pukul 12 malam. Kembali ke kapal sudah miring," ungkap Iwan.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mendatangkan 7 orang penyelam dari Piasak, Kapuas Hulu untuk mengevakuasi badan Kapal Bidar Pelangi Jubair yang karam di Sungai Kapuas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mendatangkan 7 orang penyelam dari Piasak, Kapuas Hulu untuk mengevakuasi badan Kapal Bidar Pelangi Jubair yang karam di Sungai Kapuas.

Jika tidak ada kendala, proses evakuasi ditargetkan rampung 7 hari kedepan.

Kapal Bidar Pelangi Jubair kembali karam untuk kedua kalinya pada 28 April 2024 lalu. Pada tahun 2020, kapal wisata milik MABM ini juga pernah karam karena bocor.

Sekretaris Umum MABM Kabupaten Sintang, Iwan Purwanto belum bisa memastikan penyebab karamnya kapal wisata tersebut. Namun dugaan awal karena bocor.

Baca juga: Kepala Dinas Pendidikan Sintang Yustinus Ingatkan Para Guru Jangan Terlibat dalam Politik Praktis

"Soal kepastiannya kami belum tahu. Tapi kemungkinan bocor," kata Iwan, Kamis 30 Mei 2024.

Kapal Bidar kembali karan pada 28 April 2024 malam. Pada siang hari, badan kapal masih utuh tertambat di dermaga Taman Bungur, depan rumah dinas jabatan Bupati Sintang.

"Jam 7 malam, penjaga kapal izin pulang karena sakit. Setelah minum obat ketiduran sampai pukul 12 malam. Kembali ke kapal sudah miring," ungkap Iwan.

Setelah melalui musyawarah bersama pengurus, MABM memutuskan untuk memanggil penyelam dari Kapuas Hulu untuk evakuasi dengan biaya Rp 30 juta rupiah.

"Soal pembiayaan dari partisipasi pengurus," ujar Iwan.

Setelah berhasil dievakuasi, Iwan memastikan akan memperbaiki Kapal Bidar Pelangi Jubair supaya dapat kembali operional untuk wisata air di Kota Sintang.

"Soal Kerugian belum menghitung pasti. Karena belm dievakuasi, tetapi rencana kami tetap akan diperbaiki dan rawat maksimal supaya operasional, karena bagaimanapun ini Icon Sintang. Sempga pemda memberikan perhatian pada kami MABM untuk merawat kapal," harap Iwan. (*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved