Waspada DBD
Dinkes Sanggau Catat 179 Kasus DBD, 3 Meninggal Dunia Semua Anak-anak
Tiga kasus meninggal dunia terjadi di Kecamatan Kapuas, Kecamatan Beduai dan Kecamatan Tayan Hulu dan semuanya anak-anak.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Marlina mengatakan bahwa dari Januari hingga 25 Mei 2024, pihaknya mencatat sebanyak 179 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dari 179 kasus ini, tiga diantaranya meninggal dunia.
Tiga kasus meninggal dunia terjadi di Kecamatan Kapuas, Kecamatan Beduai dan Kecamatan Tayan Hulu dan semuanya anak-anak.
"Terkait kasus DBD, anak-anak usia 5 sampai 14 tahun yang paling banyak. Jumlahnya sebanyak 106 kasus," katanya, Senin 27 Mei 2024.
• Terkait Kasus DBD, Anggota DPRD Sanggau Ajak Masyarakat Terapkan Cara Pencegahan DBD
Dikatakannya, Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) juga terus melakukan pencegahan dan pengendalian DBD.
Beberapa Kecamatan di Kabupaten Sanggau juga telah di stratifikasi sebagai daerah endemis DBD.
Adapun Kecamatan berstatus endemis yaitu Kecamatan Kapuas, Kecamatan Mukok dan Kecamatan Parindu. Sementara 12 kecamatan lainnya masih dengan status sporadis.
Untuk pencegahan dan pengendalian DBD, Dinkes Kabupaten Sanggau melakukan deteksi dini penggunaan Ns1 jika ada gejala yang mengarah DBD.
• Dinkes Sanggau Catat 168 Kasus DBD Januari Hingga Maret 2024, Dua Diantaranya Meninggal Dunia
Kemudian melakukan penyelidikan epidemiologi jika ada laporan kasus dan penyemprotan jika di peroleh hasil PE positif melalui fasyankes.
"Selain itu untuk pemberantasan sarang nyamuk atau PSN juga dilakukan oleh 19 Puskesmas di wilayah masing-masing,"tegasnya.
Terkait sebaran kasus di Kecamatan Kapuas sebanyak 43 kasus, Kecamatan Mukok 33 kasus, Kecamatan Tayan Hulu 24 kasus, Kecamatan Kembayan 21 kasus, Kecamatan Jangkang 14 kasus.
Kemudian di Kecamatan Beduai 11 kasus dan kurang dari 10 kasus terjadi di Kecamatan Parindu, Kecamatan Sekayam, Kecamatan Entikong, Kecamatan Meliau, Kecamatan Balai, Kecamatan Noyan, Kecamatan Toba, Kecamatan Bonti dan Kecamatan Tayan Hilir.
(*)
Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
| Update DBD Kapuas Hulu Terbaru: Total 179 Kasus, 1 Anak Meninggal Dunia dan 5 Pasien Masih Dirawat |
|
|---|
| 5 Pasien DBD Masih Dirawat di Kapuas Hulu, Dinkes Imbau Warga Gencarkan 3M |
|
|---|
| DBD Mengganas di Kapuas Hulu 179 Warga Terjangkit dan 1 Anak Meninggal Dunia, Dinkes Beri Imbauan |
|
|---|
| EKSKLUSIF - Perjuangan Terakhir Rafa di Kapuas Hulu Lawan DBD, Sempat Mimisan dan Sesak Napas |
|
|---|
| Kasus DBD di Kapuas Hulu Capai 179 Orang pada 2026, Satu Orang Anak Meninggal Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ilustrasi-nyamuk-Aedes-Aegypti-penyebab-Demam-Berdarah-Dengue-DBD.jpg)