Ketua PWNU Kalbar Ingatkan Bahaya Politik Identitas Jelang Pilkada Serentak 2024

Apa itu politik identitas, kata Syarif, para pakar menjelaskan politik identitas adalah kegiatan politik yang berdasarkan identitas individu.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Rektor IAIN Pontianak sekaligus Ketua PWNU Kalimantan Barat, Prof Dr KH Syarif. 

Juga baik kalau mengakomudir berbagai kelompok, tetapi akan menjadi bulshit jika hanya para elitnya yang diuntungkan.

Mafsadat sosialnya akan lebih tidak mengenakkan dari pada kenikmatan kemenangan, jika para kontestan politik menyuburkan para broker politik identitas.

"Kami menyaksikan, saat ini banyak orang para elit kelompok yang bergrilia dan kasak-kusuk menjual kelompok etnis dan jamaah agamanya," ungkapnya.

"Semoga para calon kontestan tidak terjebak oleh liutnya lidah yang tidak bertulang yang melantunkan janji manis menjulang," harapnya.

Di Kalbar, Syarif mengaku dapat tahu persis para petualang dan para broker politik yang canggih.

"Terutama yang kami saksikan telah berkeliaran para broker menyodorkan pion politiknya untuk KB 2," sebutnya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat Kalbar, terutama para elit politik dan elit kelompok identitas, mari kita utamakan keselamatan bangsa dan negara, mari kita pelihara bersama kondusifitas Kalbar," tandasnya.

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved