Perpusnas Gelar Bimtek SPP TIK, Tingkatkan Kemampuan Pengelola Perpustakaan di Kalbar

Program ini adalah strategi pemerintah dalam memerangi rendahnya budaya literasi, inovasi, dan kreativitas dengan kondisi lanjutan.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Suasana saat Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi (SPP TIK), yang merupakan Program dari Perpusnas RI Berbasis Inklusi Sosial, berlangsung di Hotel Mercure Pontianak, selama empat hari sejak 20-23 Mei 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) secara luring di 34 Provinsi di Indonesia, yang dibagi dalam empat gelombang, dimulai sejak 19 Mei hingga 14 Juni 2024 mendatang.

Diantaranya, di Kota Pontianak, Provinsi Kalbar telah digelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi (SPP TIK), yang merupakan Program dari Perpusnas RI Berbasis Inklusi Sosial, berlangsung di Hotel Mercure Pontianak, selama empat hari sejak 20-23 Mei 2024.

Selaku Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Drs Muhammad Syarif Bando, bahwa Bimbingan Teknis yang telah suskes digelar selama 4 hari di Hotel Mercure Pontianak ini, merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para pengelola perpustakaan di seluruh Indonesia.

“Dengan dukungan semua pihak, diharapkan perpustakaan dapat menjadi pusat belajar dan sumber informasi yang memberikan kontribusi nyata, bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Muhammad Syarif Bando.

Selain itu, bahwa lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi dan Bimtek Pengelola Perpustakaan Umum Tahun 2024, sebagai upaya untuk peningkatan kapasitas bagi tenaga perpustakaan desa atau kelurahan dan Taman Baca Masyarakat (TBM), yang mana sebagai bentuk pendampingan bantuan yang diberikan oleh Perpusnas RI.

“Sehingga nantinya para tenaga perpustakaan mampu mendayagunakan koleksi perpustakaan bagi masyarakat, serta perpustakaan yang dikelola dapat mendukung berprose transfer pengetahuan, dan menjadikan perpustakaan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menemukan solusi dalam permasalahan-permasalahan yang ada melalui membaca dan bertukar informasi,” ujarnya.

Total akan ada 2.000 pengelola perpustakaan desa atau kelurahan dan TBM, yang dijadwalkan mengikuti Bimtek secara luring di 34 Provinsi yang telah dibagi dalam 4 gelombang yang dimulai dari tanggal 19 Mei hingga 14 Juni 2024.

Lalu, untuk memperluas manfaat bantuan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dan Bahan Bacaan Bermutu, sebanyak 8.000 pengelola perpustakaan desa atau kelurahan dan TBM lainnya akan mengikuti Bimtek serupa mulai bulan Juni 2024 secara daring.

“Kita akan melibatkan 189 Pelatih Ahli yang berasal dari seluruh Indonesia dan telah mendapatkan pelatihan khusus persiapan Bimtek SPP TIK dan Bimtek Pengelola Perpustakaan Umum,” ujarnya.

Dengan memberikan bimbingan teknis kepada para perpustakaan desa atau kelurahan dan TBM, dikatakannya bahwa Perpustakaan Nasional berharap seluruh peserta Bimtek dapat menyerap setiap ilmu yang diberikan, dan dapat menerapkannya langsung dalam penyelenggaraan perpustakaan yang dikelola oleh para peserta Bimtek.

Ia juga menekankan bahwa Pengetahuan mengenai pengelolaan perpustakaan, pelibatan masyarakat, dan advokasi merupakan hal-hal mendasar yang perlu dimiliki oleh pengelola perpustakaan, agar pelayanan perpustakaan yang berkualitas dapat diselenggarakan oleh perpustakaan secara berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan bahwa dari jumlah desa atau kelurahan di seluruh Indonesia sebanyak 83.971 desa atau kelurahan (Data BPS tahun 2023), bahwa berdasarkan Data Perpustakaan Nasional tahun 2023 jumlah perpustakaan yang ada ditingkat desa atau kelurahan hanya ada 17.429 desa atau kelurahan atau 20,76 persen.

“Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk bertindak lebih proaktif dan holistik dalam mendirikan serta mengembangkan perpustakaan di setiap sudut desa kita”, ajak Muhammad Syarif Bando, selaku Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI.

Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dan Bahan Bacaan Bermutu Tahun 2024 merupakan salah satu kegiatan utama Perpustakaan Nasional RI dalam upaya Penguatan Budaya Baca dan Literasi hingga di tingkat desa atau kelurahan.

Program ini adalah strategi pemerintah dalam memerangi rendahnya budaya literasi, inovasi, dan kreativitas dengan kondisi lanjutan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved