Kunjungan Istri Wapres RI

Kampung Caping Pontianak Jadi Perhatian, Siti Jubaidah Sambut Tamu Istimewa

Untuk produksi satu kodi, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp35 ribu untuk daun mengkuang, belum termasuk rotan, tali rafia, dan kebutuhan lainnya.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
FOTO BERSAMA - Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka bersama Ketua Dekranasda Pontianak Yanieta Arbiastutie dan Ketua Dekranasda Kalbar Erlina berswafoto bersama salah satu pengrajin caping di rumahnya di Kampung Caping, Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Selasa 12 Mei 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Siti Jubaidah mengisahkan bahwa dirinya telah menjadi pengrajin caping sejak duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. 
  • Kerajinan itu merupakan warisan pengetahuan lokal yang telah lama hidup di masyarakat tepian Sungai Kapuas, meski kini hanya tersisa belasan rumah yang masih aktif memproduksi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Siti Jubaidah (65) tampak sumringah saat menerima kunjungan istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda di rumahnya yang berada di Kampung Caping, Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara. 

Aktivitasnya menganyam daun mengkuang, rotan, dan tali sejenak dihentikan demi menyambut tamu istimewa tersebut dengan senyum dan salam hangat, Selasa 12 Mei 2026.

Siti Jubaidah mengisahkan bahwa dirinya telah menjadi pengrajin caping sejak duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. 

Kerajinan itu merupakan warisan pengetahuan lokal yang telah lama hidup di masyarakat tepian Sungai Kapuas, meski kini hanya tersisa belasan rumah yang masih aktif memproduksi.

"Awalnya, mengambil upah dengan ikut orang, dan terus sampai sekarang," ceritanya.

Dalam sehari, Siti bersama suaminya kini hanya mampu memproduksi sekitar lima caping karena faktor usia yang mulai membatasi tenaga dan ketelitian. Namun, kerajinan tersebut tetap menjadi sumber penghidupan utama keluarga kecilnya.

Wali Kota Pontianak Optimistis Kunjungan Selvi Ananda Bawa Manfaat bagi Warga

Produk caping biasanya dijual ke pengepul di Pasar Kapuas Besar. Caping polos dihargai sekitar Rp10 ribu per buah, sementara caping yang sudah dihias warna-warni dijual hingga Rp15 ribu. Dalam sebulan, Siti mampu menghasilkan sekitar dua kodi atau 20 buah caping.

Untuk produksi satu kodi, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp35 ribu untuk daun mengkuang, belum termasuk rotan, tali rafia, dan kebutuhan lainnya.

Siti menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan, termasuk kunjungan Selvi Ananda serta dukungan Pemerintah Kota Pontianak yang terus mendorong promosi Kampung Caping sebagai salah satu destinasi wisata budaya lokal.

Sementara itu, kawasan Kampung Caping yang berada di wilayah Pontianak Tenggara terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal oleh Pemerintah Kota Pontianak. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved