Pekan Gawai Dayak

Gawai Dayak di Desa Tanjung Karang, Bupati Kapuas Hulu Ajak Lestarikan Adat dan Budaya

Bupati juga mengajak seluruh orang tua di Desa Tanjung Karang, agar bisa menyalurkan pengetahuan tentang adat dan budaya kayaan mendalam kepada genera

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/PROKOPIM KAPUAS HULU
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, saat menghadiri langsung acara dange atau gawai Dayak di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Putussibau Selatan, Senin 13 Mei 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, telah menghadiri langsung acara dange atau gawai Dayak di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Putussibau Selatan, Senin 13 Mei 2024.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Adat Idaa Beraan, dan dilaksanakan setiap setahun sekali, dalam rangka bentuk rasa syukur dari masyarakat Dayak di Desa Tanjung Karang, atas hasil pekerjaan pada tahun sebelumnya.

Dalam acara tersebut, Fransiskus Diaan, mendoakan agar hasil pekerjaan tahun 2024 hingga seterusnya selalu berlimpah rezekinya untuk masyarakat Dayak di Desa Tanjung Karang.

"Marilah kita sama-sama selalu menjaga adat dan budaya orang Dayak," ujarnya.

Polda Kalbar Bersama Panitia Pekan Gawai Dayak ke 38 Gelar Rapat Bersama

Bupati juga mengajak seluruh orang tua di Desa Tanjung Karang, agar bisa menyalurkan pengetahuan tentang adat dan budaya kayaan mendalam kepada generasi muda di desa setempat.

"Boleh saja kita mengikuti perkembangan jaman seperti teknologi, pendidikan dan lainnya, akan tetapi jangan lupakan dengan adat dan budaya kita sebagai orang Dayak, harus terus dilestarikan hingga ke anak cucu," ucapnya.

Maka dari itu, jelas Bupati, untuk menyalurkan dan mempertahankan adat dan budaya kayaan mendalam merupakan tugas bersama, sehingga perlu kekompakan dan kebersamaan agar adat dan budaya terus dilestarikan.

"Saya bangga melihat Dange atau Gawai Dayak di Desa Tanjung Karang, karena banyak pemuda, dan anak-anak ikut terlibat bahkan mengisi acara seperti menyanyi lagu daerah, menari, bahkan membawa syair," ungkapnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved