Kecelakaan Tunggal Renggut Bocah

Kecelakaan Renggut Nyawa Bocah di Pontianak: Kronologi hingga Sosok Fhio yang Pekerja Keras

Salah satu korban dikabarkan meninggal di tempat, sedang satu lainnya menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Detik-detik Fhito Bony Fhio korban kecelakaan di Jalan Putri Dara Hitam, dimasukan kedalam sebuah mobil ambulance saat menuju ke pemakaman Umum wilayah Sungai Bangkong Pontianak, Senin 6 Mei 2024. 

Senada, Kepala SDN 03 Pontianak, Suhadaniah membeberkan keseharian korban saat di sekolah.

"Secara personal beliau ini anak yang baik, santun, penurut juga terhadap apa yang disampaikan oleh bapak/ibu gurunya," katanya saat ditemui di rumah duka di Jalan Meranti, Gang Meranti 10, Kota Pontianak, Senin 6 Mei 2024.

Di sisi lain ia menyebut, korban kerap kali terlambat saat berangkat sekolah.

"Memang keadaan beliau ini kan kita tau, membantu keluarganya lah. Mungkin awal-awalnya dia sedikit tidak senang juga ya berjualan, tapi belakangan dengan dia merasakan dapat uang dari pekerjaannya, jadi dia senang," ungkapnya.

Dengan ini, pihak sekolah juga mau tidak mau harus memahami keadaan korban yang selalu berjualan di malam hari.

"Saya juga sempat menyampaikan kepada orang tuanya untuk sedikit mengurangi kegiatannya saat berjualan, karena dia juga kan masih pelajar di sekolah. Tapi kalau secara kepribadian anaknya ya itu tadi santun, baik dengan teman-temannya," jelasnya.

Suhadaniah menyebut, korban merupakan murid mutasi dari luar Kalbar sejak masuk kelas 3 SD dan memiliki kepribadian yang sopan.

"Kalau permasalahan lain tidak ada, hanya sering telat saja, ya kami memahami itu. Karena memang kendalanya mungkin kurang tidur atau faktor capek dan sebagainya, tapi kalau kita panggil dan ingatkan selalu sopan, ya namanya juga anak-anak," pungkasnya.

Ibu Korban Sempat Ajak Pulang

Sebelum kejadian, ibu korban Fhio, Erniwati mengungkapkan sempat bertemu korban sekira pukul 8 malam dan mengajaknya untuk segera pulang.

"Saye suruh balek tu bang pas ketemu. Tapi die dak maok, karne dagangannye masih ade sisa 8 pcs," ungkapnya kepada tribunpontianak.co.id Senin, 6 Mei 2024.

Tak kunjung pulang hingga pukul 9 malam, keluarga korban pun dikejutkan dengan kabar tak mengenakkan, yang mengatakan bahwa Fhio mengalami kecelakaan dan dinyatakan meninggal dunia.

Di sisi lain, sang ibu menegaskan bahwa tak pernah ada paksaan dari pihak keluarga untuk dirinya berjualan.

Bahkan sempat menyarankan untuk tidak minta-minta ketika jualan.

Ia juga menyebut korban merupakan sosok yang tak pernah mengeluh dan merupakan sosok yang baik, rajin bahkan periang. (FER/DAUS/TED)

(*)

Informasi Terkini Tribun Pontianak Kunjungi Saluran WhatsApp

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved