Kecelakaan Tunggal Renggut Bocah

Kecelakaan Renggut Nyawa Bocah di Pontianak: Kronologi hingga Sosok Fhio yang Pekerja Keras

Salah satu korban dikabarkan meninggal di tempat, sedang satu lainnya menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Detik-detik Fhito Bony Fhio korban kecelakaan di Jalan Putri Dara Hitam, dimasukan kedalam sebuah mobil ambulance saat menuju ke pemakaman Umum wilayah Sungai Bangkong Pontianak, Senin 6 Mei 2024. 

Keluarga dan Guru Ungkap Keseharian Korban

Keluarga satu dari dua Anak Di Bawah Umur yang meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Putri Dara Hitam, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak semalam pada Minggu 5 Mei 2024 sekitar pukul 22.12 WIB mengungkapkan keseharian korban.

Diketahui satu di antara Anak Di Bawah Umur itu yakni Fhito Bony Fhio yang dikabarkan meninggal dunia di tempat.

Dalam video viral yang menunjukkan kecelakaan tunggal tersebut, sebuah kendaraan sepeda motor menabrak sebuah tiang di sisi jalan, diketahui satu diantaranya (korban) merupakan seorang anak yang sering menjajakkan dagangannya di Kota Pontianak.

Saat kejadian, dalam video tersebut korban tampak terbentur keras dan terlempar ke badan jalan.

Saat berada di lokasi, tampak jenazah korban terbujur kaku yang ditutup dengan menggunakan kain batik.

Kakak korban bernama Febby pun menjelaskan, keseharian Fhio sama seperti anak-anak seusianya.

Namun, menurutnya Fhio memiliki semangat yang tinggi untuk usaha.

"Dia seperti anak kecil pada umumnya. Main, sekolah, tapi dia punya semangat yang tinggi untuk usaha untuk jualan," katanya kepada TribunPontianak.co.id, Senin 6 Mei 2024.

Kakak korban menegaskan, usaha yang korban jual tidak ada paksaan dari pihak keluarga, pure keinginan korban sedari kecil sudah suka berjualan.

"Dia memang punya basic tutur katanya omongannya bagus. Kami orang tua tak pernah memaksa, bahkan kami selalu ingatkan jangan ada minta-minta," tegasnya.

Di sisi lain ibu korban, Erniwati mengungkapkan sempat bertemu korban sekira pukul 8 malam dan mengajaknya untuk segera pulang.

"Saye suruh balek tu bang pas ketemu. Saye sampai bilang kalau jam 9 dak balek saye susul ye. Die dak maok pas saye suruh balek. Jadi nunggukan die lah tu sampai jam setengah 10," ungkapnya.

Dilantik Jadi Pj Sekda Kota Pontianak, Zulkarnain Komitmen Bantu Program Prioritas Pj Wali Kota

Bahkan, sang ibu juga mengatakan korban merupakan sosok yang tak pernah mengeluh dan merupakan sosok yang baik, rajin bahkan periang.

Setelah disholatkan, korban pun dimakamkan di pemakaman umum di Sungai Bangkong, Pontianak.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved