Mengenal Ikatan Keluarga Sumatera Barat di Kalimantan Barat

Lalu, 10 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1982, dengan semakin banyaknya warga Sumatera Barat merantau ke Kalbar, maka dibentuklah IKSB.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Peringkat Isra Mi'Raj yang digelar organisasi Ikatan Keluarga Sumatera Barat beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ikatan Keluarga Sumatera Barat Kalimantan Barat (IKSB) merupakan organisasi berlatar belakang etnis yang telah lama ada di Kalimantan Barat.

IKSB, merupakan wadah dari berbagai warga asal Sumatera Berat yang merantau di tanah Kalimantan.

Ami Rusdi Jamal, Ketua Ikatan Keluarga Sumatera Barat menerangkan sebelumnya pada tahun 1972 lalu, IKSB bernama Ikatan Keluarga Minang Padang Pariaman, karena saat itu banyak perantau di Kalbar berasal dari Padang Pariaman.

Lalu, 10 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1982, dengan semakin banyaknya warga Sumatera Barat merantau ke Kalbar, maka dibentuklah IKSB.

"Sebelumnya tahun 1972 ini bernama Ikatan Keluarga Minang Padang Pariaman, lalu Kemudian 1982, membentuk Ikatan Keluarga Sumatera Barat, bukan lagi satu daerah saja, tetapi dari seluruh Sumatera Barat, dimana yang mayoritas bersuku Minang Kabau," ujarnya.

Baca juga: Asmo Kalbar Ngabuburit Bersama Komunitas Honda Supra Club Chapter Pontianak

Organisasi IKSB ia katakan dibentuk untuk saling menyatukan dan mempererat Silaturahmi antar warga Kalbar yang bersuku Minang.

Untuk menjaga Silaturahmi, IKSB secara rutin menggelar berbagai kegiatan bersama seluruh anggota, dimana diantaranya berbagai pengajian dan tausiah di hari - hari tertentu dan peringatan hari besar Islam.

Seluruh kegiatan di pusatkan di masjid Al Ihlas yang berada di jalan Agus Salim Pontianak.

Masjid Al Ihlas sendiri merupakan masjid yang dibangun warga asal Sumatera Barat yang telah lama merantau di Kalbar.

"Masjid Tersebut masjid yang dirintis sesepuh kami, dan menjadi ikon kami orang Sumatera Baratndi Pontianak," terangnya.

Suku Minang dijelaskannya memiki satu falsafah hidup yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang bermakna bahwa adat Minangkabau bersendikan atau berdasarkan agama islam dan agama islam itu sendiri dasarnya adalah Al-Qur'an (kitabullah).

"Semoga orang Minang di Kalbar dapat terus melestarikan adatnya, yang adat itu sendiri bagi suku Minang sondingannya murni dengan Islam," tuturnya. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved