Peringati Kulminasi Matahari, Pj Wako Ani Sofian Coba Fenomena Telur Tegak Berdiri
Kita bisa mendirikan telur secara tegak dan perbedaan arah perputaran aliran air antara yang terletak di bumi bagian Utara dan bagian Selatan.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ratusan masyarakat Kota Pontianak tumpah ruah pada momentum peringatan Titik Kulminasi di Tugu Khatulistiwa, Jalan Khatulistiwa, Kamis 21 Maret 2024.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan hari ini diperingati fenomena alam Khatulistiwa yang terjadi di Kota Pontianak, dimana matahari tepat berada di atas kepala sehingga bayangan di bawahnya tidak tampak.
"Momentum titik kulminasi pada bulan Maret 2024 ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat Kota Pontianak. Menjadi istimewa di saat hampir bersamaan Duplikasi Jembatan Kapuas I juga telah diresmikan oleh Bapak Presiden," ujarnya.
Keistimewaan fenomena alam yang terjadi di kawasan Tugu Khatulistiwa tidak hanya peristiwa tanpa bayangan, ada beberapa fenomena alam lainnya.
"Kita bisa mendirikan telur secara tegak dan perbedaan arah perputaran aliran air antara yang terletak di bumi bagian Utara dan bagian Selatan," ujarnya.
Baca juga: Polresta Pontianak Amankan Kegiatan Presiden Jokowi Resmikan Duplikasi Jembatan Kapuas 1 Pontianak
Ani mengatakan sebagai ibu kota Provinsi Kalbar, Kota Pontianak dikenal dengan julukan Kota Khatulistiwa karena dilintasi garis Khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa atau equator monument menjadi ikon wisata di kota ini.
Keberadaan Tugu Khatulistiwa kata Ani sebagai bukti bahwa Kota Pontianak berada di lintasan garis tengah bumi yang membelah bumi bagian utara dan selatan.
Salah satu pengunjung, Mauludiah (30) mengaku meski warga Kota Pontianak ia hanya mengunjungi Tugu Khatulistiwa pada moment peringan kulminasi matahari.
"Kesini cari momen pas rame, hari biasa sebenarnya ingin bersantai atau bawa keluarga tapi kendalanya macet untuk sampai kesini. Kalau momen begini kan sekalian ramai lebih meriah," ujarnya.
Sebagai warga Kota Pontianak ia mengatakan tidak masalah adanya tarif masuk. Hal tersebut bisa menjadi pemasukan Kota Pontianak dan biaya perawatan Tugu Khatulistiwa.
"Tidak masalah sih kalaupun berbayar, ini kan kawasan harus selalu bersih dan perlu dirawat. Retribusi bentuknya kecil tapi manfaatnya besar," ungkapnya. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
| Cuaca Kalbar Besok 14 April 2026 di 14 Daerah! Waspada Kabut Asap Selimuti Semua Daerah |
|
|---|
| Kalbar Resmi Siaga Darurat Bencana Asap! Ratusan Desa Rawan Karhutla |
|
|---|
| Viral! Penampakan Meteor di Langit Kapuas Hulu, Warga Sampai Ketakutan |
|
|---|
| Perampok Sadis di Sambas yang Bawa Kabur Rp 43 Juta tak Berkutik Diciduk Polisi |
|
|---|
| Miris Angka Putus Sekolah di Kalbar Tembus 116.000 orang, Ketapang Tertinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sofian-210324-TELUR.jpg)