Kebakaran Ruko di Sintang

Pantang Pulang Sebelum Padam, Puluhan Anggota Satpol PP dan Damkar Sahur Perdana di Lokasi Kebakaran

Berdasarkan data kepolisian, sebanyak 13 pintu rumah toko di Jalan Sintang-Putusibau, Kelurahan Akcaya 1 ludes terbakar pada Senin, 11 Maret 2024 dini

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAMKAR
Puluhan puluhan anggota Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sintang terpaksa melewatkan momen sahur perdana bersama keluarga di rumah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Puluhan puluhan anggota Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sintang terpaksa melewatkan momen sahur perdana bersama keluarga di rumah.

Mereka, sahur bersama di lokasi kebakaran yang menghanguskan belasan pintu rumah toko di Jalan Sintang-Putusibau, Kelurahan akcaya 1 pada Senin dini hari.

Bagi petugas damkar, mereka punya motto pantang pulang sebelum api padam. Kewajiban ini mereka tuntaskan meski harus melewatkan momentum sahur bersama keluarga di hari pertama bulan Ramadhan.

"Kami tadi sahur perdana di lokasi kebakaran," kata Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, Selasa 12 Maret 2024.

Berdasarkan data kepolisian, sebanyak 13 pintu rumah toko di Jalan Sintang-Putusibau, Kelurahan Akcaya 1 ludes terbakar pada Senin, 11 Maret 2024 dini hari.

BREAKING NEWS - 13 Pintu Ruko di Sintang Ludes Terbakar

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai 13 miliar rupiah.

Laporan kebakaran diterima Damkar pukul 23.15. Jam 23.20. Pasukan damkar sudah di lokasi.

Proses pemadaman api memakan waktu hampir 4 jam lamanya. 8 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Polri, Busera dan Manggala Agni juga turun membantu.

"Kobaran api baru selesai dipasarkan sekitar pukul 03.00 wib," ujar Siti.

Meski kobaran api sudah dapat dikendalikan, tim Damkar tak bisa begitu saja meninggalkan lokasi kebakaran. Mereka harus memastikan ulang bahwa api benar-benar padam. Maka, diperlukan upaya pendinginan.

"Anggota damkar selesai pendinginan dan tinggalkan lokasi jam 04.30," ungkap Siti.

Menurut Siti, ada sekitar 61 orang anggota Satpol PP dan Damkar yang sahur bersama di lokasi kebakaran dengan nasi bungkus.

"Setelah selesai sahur dilanjutkan pemeriksaan ulang area dan lanjut pendinginan kembali. Kami tidak berani tinggalkan tempat sambil pendinginan sementara jam sudah menjelang imsak. Setelah pendinginan, Damkar dan anggota satpol jaga pos saya tarik ke lokasi 6 orang untuk siaga dan jaga agar tidak terulang kembali kejadian penjarahan pasca kebakaran seperti di sungai durian tahun lalu," ungkap Siti.

Kronologi Kebakaran

Sebanyak 13 pintu rumah toko di Jalan Sintang-Putusibau, Kelurahan Akcaya 1 ludes terbakar pada Senin, 11 Maret 2024 dini hari.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai 13 miliar rupiah.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.03 WIB. Saat itu, saksi Firqon melihat muncul titik api dari lantai 2 bengkel Central Motor saat hendak pulang ke rumah di BTN Akcaya Asri.

"Ketika sampai di depan komplek, saksi melihat muncul titik api dari lantai 2 bengkel central motor yang mana api saat itu belum terlalu membesar," kata Kapolres Sintang AKBP Dwi Prasetyo Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Wendy Sulistono, Selasa 12 Maret 2024.

Saksi sempat berteriak. Namun, tak ada orang yang keluar. Lalu, saksi berusaha menggedor ruko toko Calvin untuk memberitahukan ada kebakaran namun ternyata tidak ada orang di toko tersebut.

"Saksi-saksi selanjutnya melaporkan kejadian kebakaran tersebut ke Manggala Agni yang tidak jauh dari lokasi kebakaran. Korban jiwa tidak ada. Kerugian materil diperkirakan Rp 13.000.000.000 milyar," ungkap Wendy. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved