Terkesan dengan Keindahan Tenun Ikat Sintang, Windy Prihastari: Punya Nilai Budaya yang Tinggi

Saat ini, terdapat 33 keluarga pengrajin yang bermukim di Rumah Enaaid Panjang. 

Penulis: Anggita Putri | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari saat melihat langsung potensi kerajinan tenun ikat Sintang saat berkunjung ke Desa Wisata Ensaid Panjang di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Rabu 6 Maret 2024. 

“Dengan kreasi dan inovasi, Tenun Ikat Sintang akan semakin diminati oleh masyarakat dan wisatawan, ini akan membantu meningkatkan pendapatan para perajin dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kalimantan Barat,” ucap Windy.

Sebagai informasi bahwa Tenun Ikat Sintang adalah salah satu jenis tenun tradisional yang berasal dari Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Tenun ini terkenal dengan motifnya yang khas dan warnanya yang cerah. 

Tenun Ikat Sintang biasanya dibuat dari benang katun dan sutra dengan menggunakan teknik ikat celup.

Tenun ini digunakan untuk membuat pakaian adat, seperti baju, kain sarung, dan selendang hingga sering dijadikan sebagai souvenir dan hadiah.

(*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved