Lokal Memilih
Duka Pemilu 2024, Pengawas TPS di Desa Semata Sambas Meninggal Kelelahan Disusul Kemudian Ibundanya
Yesi mengatakan gugurnya almarhumah Kurnia Ningsih layak diberi penghormatan sebagai pahlawan demokrasi oleh Bawaslu Sambas.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kabar duka menyelimuti proses pesta demokrasi pemilu serentak 2024 di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Seorang pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) tutup usia.
Kurnia Ningsih menghembuskan napas terakhir Sabtu 17 Februari 2024. Ia merupakan salah satu PTPS yang bertugas di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas.
Pengawas TPS 005 Desa Semata ini meninggal diduga karena kelelahan setelah sebelumnya mengeluh sakit kepala kemudian pingsan.
Namun ternyata, di sisi lain mengemban tugas PTPS, almarhumah Kurnia juga sedang merawat ibundanya yang sakit keras. Ibundanya dikabarkan tutup usia menyusul kepergian almarhumah Kurnia.
Baca juga: Pemilu 2024, 1 Pam TPS di Sintang Meninggal dan 26 Anggota Badan Adhoc Sakit
"Keluarga besar Bawaslu Sambas sangat berduka cita meninggalnya pahlawan demokrasi Kurnia Ningsih," ucap Ketua Bawaslu Sambas, Yesi Mayasanti, Selasa 20 Februari 2024.
Yesi mengatakan gugurnya almarhumah Kurnia Ningsih layak diberi penghormatan sebagai pahlawan demokrasi oleh Bawaslu Sambas.
"Beliau meninggal usai bertugas layak diberikan gelar pahlawan demokrasi khusunya di Bawaslu Sambas," jelasnya.
Yesi menjelaskan, Kurnia Ningsih bertugas hampir 24 jam pada 14-15 Februari 2024. Mulai TPS 005 Desa Semata dibuka pukul 07.00 wib hingga besok harinya ia baru pulang rumah.
"Ia baru pulang ke rumah esok harinya. Jadi beliau bertugas dengan maksimal pada hari pemungutan, lalu sorenya harus kembali ke TPS untuk melaksanakan tugas," ucapnya.
Yesi menceritakan, di tengah tugas berat itu Kurnia juga sedang merawat ibunda yang sakit keras. Ia pada Jumat 16 Februari 2024, meminta pertolongan ke tokoh agama setempat untuk membacakan surat Yasin ke ibunya.
Beberapa waktu berselang Kurnia mengeluhkan sakit di bagian kepala. Hingga tidak sadarkan diri ia pun dirujuk ke RSUD Sambas.
"Hingga pada 17 Februari 2024, Kurnia Ningsih dinyatakan meninggal dunia, namun tidak berselang lama dalam hitungan jam ibundanya juga wafat," katanya. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
MK Kabulkan Gugatan Gerindra, 2 TPS di Dapil 5 Sintang PSU |
![]() |
---|
PDI Perjuangan Masih Kuasai DPRD Kalbar, Lasarus Sampaikan Terima Kasih |
![]() |
---|
Kerab Beredar Berita Hoaks Saat Pemilu, BPBN Imbau Masyarakat Bijak dan Jaga Kedamaian di Kalbar |
![]() |
---|
IJW Harap 35 Caleg DPRD Mempawah Terpilih Lebih Merakyat |
![]() |
---|
KPU Sanggau Laksanakan Tes Tertulis Calon Anggota PPK, Ini Jadwal Tes Selanjutnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.