Lokal Memilih

Pemilu 2024, 1 Pam TPS di Sintang Meninggal dan 26 Anggota Badan Adhoc Sakit

Menurut Endang, Jauhari memiliki riwayat penyakit paru-paru. Sehari sebelum pencoblosan, dia sempat ke rumah sakit untuk berobat.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Suasana proses pemakaman Jauhari, Pam TPS yang meninggal dunia di Tempunak. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mencatat 26 orang anggota Badan Adhoc sakit dan satu orang PAM TPS meninggal dunia selama tahapan Pemilu 2024. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mencatat 26 orang anggota Badan Adhoc sakit dan satu orang PAM TPS meninggal dunia selama tahapan Pemilu 2024.

Satu orang Pam TPS yang meninggal bernama Jauhari Tauhid, Warga Mengkurat Baru, Kecamatan Tempunak. Jauhari, meninggal dunia setelah hari pencoblosan pada 15 Februari 2024.

"Untuk data Adhoc yang masuk ke kami sampai hari ini ada 26. Rinciannya 11 orang anggota PPS, 14 KPPS. Satu orang pam TPS Meninggal dunia. Sudah dimakamkan dan kita sedang mempersiapkan pemberian santunan kepada keluarga ahli waris," kata Endang Kusmiyati, Anggota KPU Sintang divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM, Selasa 20 Februari 2024.

Menurut Endang, Jauhari memiliki riwayat penyakit paru-paru. Sehari sebelum pencoblosan, dia sempat ke rumah sakit untuk berobat.

"Tapi karena yang bersangkutan merasa bertanggungjawab karena sudah diberikan amanah hari pencobolosan beliau tetap turun menjalankan tugasnya dan ketika logistik datang dia juga tugas," ungkap Endang.

Baca juga: Jaga Kondusifitas Imlek, Satgas Preventif Ops Liong Kapuas Polres Sintang Patroli Tempat Wisata

Pada tanggal 15, Jauhari mengeluh pusing dan kembali ke rumah untuk beristirahat. Namun, kondisinya semakin menurun dan meninggal dunia.

"Jadi mungkin karena penyakit sebelumnya ada dan ditambah faktor kelelahan tanggal 15 sudah kembali ke rumah dan beristirahat. Sebelum balik ke rumah dia menyampaikan keluhan pusing dan kemudian istirahat dan kondisinya drop dan akhirnya meninggal dunia," kata Endang.

Saat ini beberapa anggota Adhoc yang sakit di antaranya sudah sembuh dan ada yang masih menjalani perawatan.

"Kalau untuk perawatan di rumah sakit atau puskemas kita sudah melakukan koordinasi dengan pemda. Pemda bersedia membantu perawatan Badan Adhoc di rumah sakit dan puskemas," jelas Endang. (*)

Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved