Harisson Sebut Kopi Liberika Kayong Utara Potensi Dilirik hingga Mancanegara
Harisson membuat satu gelas olahan Kopi Liberika ice, yang setelah itu dicicipi langsung oleh sang istri Pj Ketua TP PKK Kalbar Windy Prihastari.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson potensi Kopi Liberika Kalbar untuk terus bisa dikenal hingga mancanegara.
Seperti pada pembukaan Event Saprahan Khatulistiwa pada Sabtu 17 Februari 2024 di Pontianak Convention Center (PCC) Pontianak, Harisson secara langsung meracik olahan Kopi Liberika dengan teknik Pour over menggunakan bambu drip.
Harisson membuat satu gelas olahan Kopi Liberika ice, yang setelah itu dicicipi langsung oleh sang istri Pj Ketua TP PKK Kalbar Windy Prihastari.
Dikatakannya bahwa Kopi Liberika Kalbar dikenal mempunyai kadar kafein yang rendah dan sudah menjadi juara dunia di Kopi Liberika.
“Memang setelah kita cicip tadi, dan bagaimana tadi kita megolahnya untuk menjadi minuman siap saji. Tadi sudah diminum ternyata nikmati sekali, baik aromanya maupun rasa es kopi nya,” ujar Harisson.
Sebenarnya Bank Indonesia, dikatakannya sudah melakukan pembinaan kepada kelompok tani Kopi Liberika di Kayong Utara dan juga sudah difasilitasi untuk dibuatkan market place dalam rangka untuk pemasaran ke luar Kalbar, bahkan sampai pada ekspor ke luar negeri.
• Pj Gubernur Kalbar Yakin Kopi Liberika Bakal Disukai Anak Muda
• Kopi Liberika Digencarkan ke Seluruh Kalbar
Di tempat yang sama, Windy Prihastari menatakan bahwa kopi masuk dalam jenis kuliner yang merupakan salah satu sub sektor ekonomi kreatif, yang mana setiap tahunnya Disporapar selalu rutin membuat pelatihan barista.
“Kemudian, kedepan yang perlu di perhatikan untuk packajing nya, agar siap jual,” ucap Windy.
Gusti Iwan Dermawan, owner Kopi Kojal Kayong Utara menjelaskan kalau kopi yang diseduh Pj Gubernur Kalbar adalah jenis Kopi Liberika yang baru saja mendapatkan sertifikat indikasi geografis dari Kemenkumham.
“Jadi kopi ini sudah dilindungi negara, sebagai jenis kopi terbaik di Kayong Utara, Kalbar,” ucapnya.
Dengan teknik yang digunakan pour over menggunakan bambu drip, dengan takaran 15 gram kopinya dan air 150 ml lalu digiling medium course , dengan rostingannya medium dark.
“Jadi kopinya lebih bisa menghasilkan rasa yang strong dan juga ada rasa coklat nya,” ucapnya.
Adapun kopi yang digunakan ini di petik dalam kondisis buah sudah merah atau masak.
“Kalau jenis Kopi Kojal ini, karena berkaitan dengan kondisi geografis jadi harus kopi yang bermutu. Dengan kondisi buah masak, tidak ada cacat di kopinya yang memang dilindungi negara,” pungkasnya.
(*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW disini
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini disini
Kalimantan Barat
Kopi Liberika
Harisson
Saprahan Khatulistiwa
Pontianak
Windy Prihastari
Kayong Utara
Sepeda Motor Dinas Polisi Dibakar Massa di Bundaran Digulis Pontianak, Lalu Lintas Lumpuh |
![]() |
---|
70 Nelayan Ketapang Ikuti Sekolah Lapang Cuaca dari BMKG |
![]() |
---|
Aksi Ketiga Mahasiswa di DPRD Kalbar Kembali Ricuh |
![]() |
---|
Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD Kalbar, Jilid Tiga |
![]() |
---|
Perkuat Transformasi CSR, Pertamina Gandeng Untan untuk Pemberdayaan Masyarakat Gambut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.