Kisah Polisi Sintang Eka Nuur Tertolong dengan Adanya BPJS Kesehatan

Eka menyatakan bahwa dirinya juga sangat puas dengan pelayanan yang diberikan baik oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun...

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Kisah Polisi Sintang Eka Nuur Tertolong dengan Adanya BPJS Kesehatan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Eka Nuur Abdillah Ade Suganda (39), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di Kepolisian Resor Sintang, berbagi kisah menginspirasi tentang pengalamannya menggunakan BPJS Kesehatan.

Eka menceritakan kilas balik pengalamannya terkait bagaimana BPJS Kesehatan dapat menjadi penyelamatnya dalam menghadapi penyakitnya yang sangat serius yaitu asam urat yang sudah pada tahap asam urat akut kepada tim Jamkesnews pada Senin (5/12) lalu, dirinya mengungkapkan sangat bersyukur dengan adanya BPJS Kesehatan karena dirinya merasa tidak perlu khawatir apabila terserang penyakit yang datang secara tiba-tiba.

"Saya kebetulan memiliki penyakit asam urat akut dengan tingkat asam urat di atas 10 mg/dl pada saat itu. Jadi pernah pada saat sedang menjalankan tugas di Ketungau Hulu, Desa Senaning, saya mulai merasakan gejala serangan asam urat. Gejala tersebut mencakup denyut di sendi-sendi dan bahkan membuat tubuh saya sulit untuk bergerak. Dalam kondisi tersebut saya segera dibawa ke Puskesmas Senaning untuk mendapatkan pertolongan medis. Setibanya di Puskesmas Senaning, saya menjalani perawatan intensif dan diberikan obat-obatan untuk meredakan gejala usam urat dan memulihkan kesehatan saya," jelas eka.

Pada saat gejala tersebut muncul, Eka mendapatkan diagnosis struk ringan oleh dokter karena pada saat itu gejala yang dialami oleh Eka belum pernah ditemui sebelumnya.

LENGKAP! Tarif Iuran BPJS Kesehatan Terbaru Per 2024 Mulai dari Kelas 1, 2 dan 3

Kondisi strik ini memiliki karakteristik diagonal, menyebabkan ketidakmampuan penggunaan tangan kanan dan kaki kiri.

Meskipun kondisi ini menimbulkan keterbatasan, harapan diberikan oleh dokter dengan menyatakan bahwa melalui pengobatan yang tepat, observasi yang cermat, dan perawatan yang intensif, kondisi tersebut dapat disembuhkan.

"Kemudian saya diminta kartu BPJS milik saya untuk dilakukan pendataan dan dibuatkan rujukan. Pada saat itu saya di diagnosa dengan struk ringan, dengan gejala yang menurut dokternya pada saat itu belum pernah ditemukan. Karena struknya itu diagonal, yang tidak dapat digunakan adalah tangan kanan saya dan kaki kiri saya, namun berdasarkan observasi dokter dapat disembuhkan melalui pengobatan secara intensif dan tepat. Alhamdulillah juga setelah itu saya masih dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa," tambah Eka.

Meskipun mengalami beberapa kali kambuh, Eka memuji konsistensi dan keprofesionalan tenaga medis yang merawatnya.

Sebagai seorang PNS Polri yang terbiasa dengan kedisiplinan dan keamanan, Eka menekankan bahwa penggunaan BPJS Kesehatan tidak membuatnya merasa diskriminatif.

Eka menyatakan bahwa dirinya juga sangat puas dengan pelayanan yang diberikan baik oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit walaupun menggunakan kartu BPJS untuk mendapatkan pengobatannya.

Solusi Mengganti BPJS Kesehatan Jika Hilang Secara Online, Pemilik Kartu Sekarang Bisa Print Sendiri

"Sejauh ini saya terus terang merasa cukup puas dengan pelayanan kesehatan, baik itu di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama maupun di rumah sakit. Pelayanannya sangat ramah, dokternya juga sangat kompeten dan professional. Pada saat saya ke tempat pelayanan kesehatan, saya rasa sama saja untuk pelayanan kesehatan itu antara pasien pengguna BPJS Kesehatan maupun pasien umum biasa. Tidak ada diskriminasi yang saya rasakan pada saat itu, jadi Alhamdulillah saya mendapatkan pelayanan yang bagus pula. Tidak pernah juga saya sekalipun dimintakan uang atau biaya tambahan," terang Eka.

Dalam menghadapi tantangan kesehatannya, Eka juga menyadari betapa pentingnya memiliki perlindungan finansial melalui BPJS Kesehatan.

Eka berpesan kepada masyarakat untuk memprioritaskan kesehatan dan segera mengurus BPJS Kesehatan.

Dengan kisahnya, Eka memberikan perspektif yang lebih komprehensif tentang manfaat BPJS Kesehatan dalam menjaga kesehatan dan memberikan perlindungan finansial bagi dirinya dan keluarga.

"Pesan saya terakhir, jadi karena BPJS Kesehatan ini sangat bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri namun bagi anak, istri, dan keluarga maka, segera lakukan pengurusan bagi yang BPJS-nya tidak aktif atau malah belum memiliki BPJS, agar dapat senantiasa terlindungi tanpa perlu khawatir akan permasalahan finansial untuk mendapatkan pengobatan dan pelayanan kesehatan. Terlebih lagi, terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan ini penting apabila dalam kondisi-kondisi tertentu mengingat kita tidak selalu memiliki ketersediaan uang tunai. Karena kesehatan juga nomor satu, apalagi bila kita terkena penyakit yang mengharuskan untuk dilakukan rawat inap dengan jangka waktu yang lama itu akan sangat merepotkan dan memakan banyak biaya," tutup Eka. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved