Cegah Stunting Bersama Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar dan Ketua TP PPK Kubu Raya

Tak hanya itu saja, beberapa faktor lainnya juga dapat terjadi jika ibu hamil ini mengalami anemia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat, Romangasi Siregar dan Ketua TP PPK Kabupaten Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan hadir sebagai narasumber dalam acara Tribun Pontianak Podcast (Triponcast) yang secara Live di Rooftop Q, Paradis Q Waterpark (lantai 2) edisi Sabtu, 23 Desember 2023. 

"Ini masih banyak terjadi di Kalimantan Barat, kemudian yang kedua ternyata berdasarkan penelitian itu masih banyak ibu-ibu yang tidak memberikan ASI secara eksklusif, kemudian pola asuh dengan masih ditemukannya orang tua yang merokok. Jadi ketahanan tubuh anak ini juga menjadi sangat penting," ungkap Romangasi Siregar.

Berfokus kepada Tadak Kawen Mude, Rosalina Muda juga menyampaikan bahwa usia ideal menikah tersebut haruslah peda usia 21 dan 25.

"Jadi kalau jaman dulu itu kan anak-anak kita di Kubu Raya ini untuk menempuh pendidikan itu jaraknya jauh-jauh. Jadi dulu itu anak-anak ini jika sudah tamat SD mereka ini akhirnya dinikahkan muda sama orang tuanya dan yang kita sampaikan ini memang untuk mencegah terjadinya stunting ini tidak menikah di usia muda, karena kesiapan mental, kondisi fisik tubuh ini harus dipersiapkan terlebih kepada anak-anak wanita. Karena jika melahirkan mereka sudah siap dan matang," jelasnya.

"Jadi, pada saat mereka nanti akan mengasuh anak maka kesiapan mental dan cara mengasuh anak ini juga kan menjadi sangat penting untuk anak-anak ini," tambahnya.

Selain itu, kader posyandu Kubu Raya sendiri juga setiap tahunnya selalu melakukan peningkatan dengan berbagai kegiatan seperti diadakannya lomba kepada kader posyandu dan tim keluarga pendamping.

Tak hanya itu saja, beberapa faktor lainnya juga dapat terjadi jika ibu hamil ini mengalami anemia dan pada saat hamil juga HB nya harus diatas angka 11.

Dengan semua capaian yang sudah diraih saat ini, pemerintah Kalimantan Barat akan berfokus kepada kolaborasi bersama dalam menurunkan angka stunting yang saat ini mulai menunjukan adanya penurunan kasus.

"Kita berharap dengan adanya kolaborasi yang telah kita bangun pada tahun 2023 ini dapat terus kita kembangkan dan kita jaga, agar dapat berjalan dengan baik dan mencapai penurunan angka yang baik pula dengan angka 5 persen. Jangan sampai stuk diangka 2 persen yang selama ini terjadi," ungkap Romangasi Siregar

"Semangat-semangat yang sudah ada harus terus ditingkatkan, kemudian para orang tua bagaimana menyampaikan edukasi kepada anak-anaknya kita juga para pelaku organisasi pemerintah untuk melakukan kepong bakol dan jangan sampai lengah," kata Rosalina Muda.

Menutup acara tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat, Romangasi Siregar juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi yang terjalin agar terus terjaga kekompakannya dan kebersamaannya.

"Yang sudah baik, tetaplah menjadi yang terbaik," tutup Romangasi Siregar. (*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved