Cegah Stunting Bersama Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar dan Ketua TP PPK Kubu Raya
Tak hanya itu saja, beberapa faktor lainnya juga dapat terjadi jika ibu hamil ini mengalami anemia.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Try Juliansyah
Diketahui BKKBN ini juga mendapatkan tanggungjawab khusus menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting. Untuk itu BKKBN telah berkolaborasi mengajak semua orang untuk berkontribusi dalam percepatan tersebut.
Tak hanya itu saja, BKKBN juga telah melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, yang dibantu dengan sejumlah mitra seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, bahkan komisi 9 juga turun langsung memberikan sosialisasi bagaimana anak-anak ini tidak terkena stunting.
"Selain dari mitra-mitra formal dan dinas-dinas ini kami juga membangun bapak asuh anak stunting. Seperti salah satunya juga kolaborasi kita bersama tribunpontianak.co.id yang dimana menggaungkan dua telur untuk anak-anak ini. Karena untuk mencegah itu memang sangat penting mengkonsumsi protein hewani supaya tidak terkena stunting," kata Romangasi Siregar.
Ketua TP PPK Kabupaten Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan juga menambahkan, sejumlah edukasi dengan berkolaborasi ini tidak hanya di Generasi Berencana (GenRe) saja tapi juga kepada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
"Kalau program tentunya kita inggin turun langsung ke 9 Kecamatan. Jadi tidak hanya di Kabupaten atau Kota saja, karena mungkin informasi ini mereka dapat tapi lama. Makanya kami TP PKK turun langsung ke 9 Kecamatan ini untuk menyampaikan informasi kepada bunda-bunda," jelasnya.
Ia juga menyampaikan informasi ini menjadi sangat penting disampaikan kepada Kecamatan maupun desa karena juga menjadi ujung tombak dalam penurunan angka sunting ini.
Membahas tentang angka stunting yang terjadi pada tahun 2023, Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar menjelaskan memang baru dilakukan evaluasi pada bulan Oktober lalu dan masih belum mendapatkan hasil yang konkrit.
"Tentunya nanti baru akan kita dapatkan pada awal tahun 2024, tapi pada tahun 2022 Kalimantan Barat ini masih di angka 27,8 persen, artinya masih sangat tinggi dan yang sangat memprihatinkan itu adalah, masih ada Kabupaten/Kota itu yang berada di atas 35 persen. Diantaranya yaitu Kabupaten Melawi yakni dengan 44 persen, Kapuas Hulu 35 persen dan Sambar 30 persen," jelasnya.
Kendati demikian ia mengungkapkan kandungan terpenting diantaranya itu ada 3 kandungan terpenting yaitu karbohidrat, protein hewani dan lemak.
"Sebenarnya ketiga itu saja dulu, kalau masalah buah dan sebagainya itu nanti, karena jika seratnya tinggi maka serapan untuk anak-anak dibawah usia 1 tahun kalau bisa jangan dulu lah mengkonsumsi sayur atau buah. Cukup kepada karbohidrat, protein hewani dan lemak. Itu saja dulu," ungkapnya.
Dalam perjalanan menuntaskan permasalahan stunting ini bukan tanpa cerita ataupun kisah-kisah menarik yang dialami saat turun langsung kelapangan.
Menanggapi hal itu, Rosalina Muda Mahendrawan yang juga sebagai Bunda GenRe Kabupaten Kubu Raya menceritakan kisahnya saat turun langsung ke berbagai Kecamatan yang ada di Kabupaten Kubu Raya.
"Yang paling menarik di Kubu Raya ini adalah ibu-ibunya itu sangat semangat. Semangatnya luar biasa, dimana pada saat kita datang itu mereka menyambut kita dengan baik kemudian mereka yang dari pelosok desa ini datang dan mau belajar. Jadi semangat mereka ini yang menurut saya sangat menarik, kemudian dari anak-anak hingga orang tuanya itu berusaha untuk mau tampil, ini yang menarik," jelasnya.
Tak hanya itu saja, dirinya juga mengaku terus berupaya memberikan motivasi kepada semua bunda-bunda GenRe yang ada di seluruh Kecamatan di Kubu Raya.
Tingginya angka kasus menikah muda juga menjadi salah satu faktor dimana angka stunting ini selalu bersanding dengan status angka menikah muda.
MENANG MUTLAK Akhmad Munir Nahkodai PWI Pusat dalam Kongres Persatuan Wartawan Indonesia di Jabar |
![]() |
---|
Bupati Romi Wijaya Sambangi Asrama Kayong Utara di Pontianak |
![]() |
---|
Kapolresta Pontianak Ungkap Ada Penyusup Bawa Molotov di Aksi Mahasiswa Mapolda Kalbar |
![]() |
---|
Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras Aman hingga Enam Bulan ke Depan |
![]() |
---|
AKSI 30 Agustus di Mapolda Kalbar, Kapolresta Pontianak Turun Langsung Duduk Bersila Penuh Dialog |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.