Pertama di Kalbar, SMKN 1 Sintang Berhasil Ciptakan Sepeda Motor Listrik

Rita mengatakan bahwa ini adalah bagian dari dalam rangka penerapan pembelajaran kurikulum merdeka.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Pertama di Provinsi Kalimantan Barat, Pelajar dan guru jurusan Otomotif Kendaraan Bermotor, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sintang, berhasil membuat sepeda motor listrik 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pertama di Provinsi Kalimantan Barat, Pelajar dan guru jurusan Otomotif Kendaraan Bermotor, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sintang, berhasil membuat sepeda motor listrik dalam rangka pembelajaran kurikulum merdeka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Rita Hastarita sempat mencoba langsung motor listrik karya dari anak-anak dan guru SMK Negeri 1 Sintang, Kabupaten Sintang.

Rita mengatakan bahwa ini adalah bagian dari dalam rangka penerapan pembelajaran kurikulum merdeka.

Rita tampak dengan mudah mengendarai motor tersebut. Dengan cukup dinyalakan dengan kunci, lalu tinggal digas.

Selain ramah lingkungan karena bebas emisi karbon, sepeda motor Gemar ini juga hampir tidak memiliki suara, yang sangat jauh berbeda dengan kendaraan konvensional pada umumnya.

“Ini motor listrik karya dari anak-anak dan guru SMKN 1 Sintang, dibuat dalam rangka pembelajaran kurikulum merdeka.Jadi kita ada yang namanya pembelajaran riset teknologi ramah lingkungan, jadi tidak hanya teori, tapi juga harus berbasis proyek nyata,” ujar Rita kepada media, Minggu 15 Oktober 2023.

Pertama di Provinsi Kalimantan Barat, Pelajar dan guru jurusan Otomotif Kendaraan Bermotor, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sintang, berhasil membuat sepeda motor listrik.
Pertama di Provinsi Kalimantan Barat, Pelajar dan guru jurusan Otomotif Kendaraan Bermotor, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sintang, berhasil membuat sepeda motor listrik. (TRIBUNFILE/ISTIMEWA)

Rita mengatakan bahan kendaraan yang dibuat sebagai motor listrik, merupakan Honda Beat, bantuan dari AstraMotor, yang mana SMKN 1 Sintang sudah berkerjasama dengan AstraMotor, dan memiliki teaching factory sendiri.

Disporapar Kalbar Berikan Bantuan TP Event untuk Kelam Tourism Festival di Sintang

Bahkan teaching factory disana, termasuk bintang lima atau lima besar di Indonesia.

“Jadi teaching factory se-Indonesia kita masuk limabesar.AdaBogor, Makassar, Surabaya, Bandung, dan Kalbar, hanyalimaitu saja yang (teaching factory) kelas A+,” terangnya.

Bahan dasar sepeda motor Honda Beatyang digunakan hanya berupa body dan rangka. Sementara mesinnya dikeluarkan, kemudian di isi dengan baterai lithium 72 volt, 20 ampere, dan di-settingmelalui komputer.

Dengan kecepatan maksimal sepeda motor Gemar ini hisa diatur melalui komputer menyesuaikan kebutuhan.

“Dimana yang kita settingini jarak tempuhnya untuk 60 kilometer ,jadi motor listrik ini lebih murah daripada penggunaan BBM. Kalau di-charge hanya memerlukan Rp10 ribu untuk 60 kilometer, kalau BBM memerlukan tigaliter bahan bakar, atau sekitar Rp30 ribu. Jadi selisihnya cukup tinggi dengan jarak tempuh 60 kilometer,” paparnya.

Rita menjelaskan bahwa untuk proses pembuatan sepeda motor listrik ini dilakukan selama dua minggu. Dengan melibatkan tiga pelajar Kelas XI, dan satu orang guru pembimbing.

Dimana ini merupakan proyek sepeda motor listrik pertama di Kalbar, dan berhasil dilakukan di SMKN 1 Sintang.

“Motor ini boleh digunakan di jalan raya, karena sudah dapat izin (sertifikat laik fungsi). Jadi nanti di STNK-nya juga diubah menjadi motor listrik,” ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved