Pertama di Kalbar, SMKN 1 Sintang Berhasil Ciptakan Sepeda Motor Listrik
Rita mengatakan bahwa ini adalah bagian dari dalam rangka penerapan pembelajaran kurikulum merdeka.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Mirna Tribun
Rita mengatakan sepeda motor listrik Gemar merupakan produk sampel yang akan terus dikembangkan.
• Cegah DBD, Camat Sintang Canangkan Gerakan GERTAK KESAK
Harapannya SMKN 1 Sintang bisa berkolaborasi dengan vendor atau stakeholder terkait yang bisa mengadopsi teknologi sepeda motor listrik ini, untuk diproduksi lebih banyak.
“Saya tantang kepala sekolahnya, pasang GPS(di sepeda motor). Jadi kalau misalnya (untuk) motor dinas, kita bisa tahu penggunaannya, di mana lokasinya, dan sebagainya,” harapnya.
Selain itu, untuk pengembangan kedepan, Rita menilai di SMKN 1 Sintang sangat memungkinkan memproduksi rangka dan body sendiri. Sehingga tidak lagi menggunakan sepeda motor merek tertentu yang sudah jadi. Apalagi di sana memiliki Tefa (workshop) dan bengkel mobil.
“Jadi memungkinkan untuk kita buat rangkanya sendiri. Cuma nanti pasti harus mengurus izin agar layak dipakai khalayak ramai seperti sertifikat laik fungsi,itu memungkinkan karena di SMKN 1 Sintang ini lengkap unit produksinya,” pungkasnya.
Guru pembimbing yang ikut membuat motor listrik yakni Nurdin mengungkapkan, pada kurikulum pembelajaran ini jurusan Otomotif Kendaraan Bermotor, ada namanya sistem kelistrikan atau hybrid.
Awalnya sepeda motor Gemar dibuat karena pihaknya mendapat panggilan untuk lomba, serta mendapatuang pembinaan dari Astra Honda Motor. Dari sana dikembangkanlah sepedamotor listrik hingga tercipta sepeda motor Gemar.
Untuk alat-alatnya semua langsung dibantu dari vendor.
Pihak guru kata dia, juga sudah memberikan pengenalan kepada pelajar, terkait apa-apasajasistem atau komponen yang penting di motor listrik. Diantaranya ada controller, dinamo, dan baterai.
“Tahun depan kami akan ikuti lomba lagi, Insyaallah kedepan kami akan lebih baik lagi, akan ada inovasi lagi. Semua yang kurang-kurang akan kami perbaiki.Alhamdulillah tim otomotif kompak semua,support kepala sekolah, dan rekan-rekan guru,” katanya.
Sementara itu Guru Otomotif SMKN 1 Sintang Agus Parmonomenambahkan, pihaknya juga menerima konversi motor konvensional menjadi motor listrik.
Ada beberapa paket yang ditawarkan untuk produk-produk tersebut, dengan harga maksimal Rp30 juta, serta adapaket hemat seharga Rp 10juta sampai Rp15 juta.
“Sekarang memang sedang digalakkan pemerintah, bagaimana menciptakan kendaraan ramah lingkungan, kami ikut andil. Motor listrik ini tidak ada emisi, tidak ada suara, tapi kedepannya (jika dibutuhkan) bisa kita buat artificialsuara, supaya ada suara. Kemudian untuk pengamanan, kunci kontak bisa dibuat pakai smart key(finger). Kami juga bisa membuat motor listrik versi balap, jadi bisa kamibuat sesuai pesanan,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Kepala SMKN 1 Sintang Poeryanto menambahkan, Nurdin sebagai guru pembimbing atau guru otomotif di sana juga sudah diikutkan diklat upskillingoleh pihak sekolah. Program yang diikuti selama lima hari itu bertujuan untuk mempelajari motor listrik
“Jadi mempelajari motor listrik untuk dikembangkan kedepannya,” ucapnya.
Mewakili pihak sekolah Poeryanto juga menyampaikan apresiasi, dan terima kasih atas perhatian Kepala Disdikbud Kalbar yang sudah datang langsung melihat karya pelajar SMKN 1 Sintang itu.
“Saya kepala SMKN 1 Sintang berbangga sekali, beliau datang ke sini, untuk mengunjungi kami,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sekolah-Menengah-Kejuruan-Negeri-SMKN-1-Sintang-berhasil-membuat-sepeda-motor-listrik-2.jpg)