Pj Gubernur Minta Anggaran Stunting Harus Langsung Menyentuh Ibu Hamil Menyusui Remaja Hingga Baduta

Meskipun angka tersebut turun dua persen jika dibanding 2021 namun menurutnya Kalbar masih perlu kerja keras untuk mengejar target Presiden Jokowi yak

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
Pj Gubernur Harisson saat ditemui di Kantor Gubernur, Rabu 13 September 2023. 

Dirinya mengungkapkan program penanganan stunting harus langsung menyasar ke posyandu-posyadu.

Misalnya mengajarkan ibu-ibu cara memasak dan menyiapkan makanan yang menjadi asupan untuk bayi.

Maupun makanan untuk ibu hamil agar tetap mempunyai gizi yang baik.

Sehingga nantinya bayi yang dikandung ibu tersebut tetap dalam keadaan sehat. Kemudian melahirkan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami anemia.

Lalu ibu hamil dapat menyusui balitanya dengan baik selama enam bulan asi ekslusif.

“Kita pantau selama dua tahun, kita harus mengajarkan keluarga terkait pola asuh bagaimana agar mereka benar-benar dapat memberikan makanan yang benar benar bergizi sehingga anak anak kita tidak menjadi stunting,” ungkapnya.

Disamping itu Harisson juga mengingatkan semua pihak untuk dapat memperhatikan remaja putri agar mereka tidak mengalami anemia.

Lalu diberikan pengetahuan yang cukup sehingga jika nantinya mereka menikah sudah memahami terkait kesehatan ibu hamil dan reproduksi.

“Kita juga harus turun kepada setiap ibu hamil terutama petugas kesehatan didukung semua perangkat daerah lain untuk menyapa dan memperhatikan ibu hamil,” tutupnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved