Masyarakat Desa Sepakat Jaya Ingin Manfaatkan Sumber Mata Air

Kami mempunyai rencana bersama-sama masyarakat desa ingin mencoba mengelola sumber mata air tersebut menjadi air kemasan.

Editor: Nina Soraya
Dok/Yayasan Sangga Bumi Lestari
Masyarakat Sepakat Jaya melakukan musyawarah membahas potensi alam yang ingin dimanfaatkan oleh masyarakat desa sebagai badan usaha desa terutama sumber mata air. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sepakat Jaya merupakan salah satu desa di kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang memiliki potensi alam luar biasa seperti gunung, danau dan air terjun. Potensi tersebut ingin dimanfaatkan oleh masyarakat desa sebagai badan usaha desa mereka, terutama sumber mata air.

“Di desa Sepakat Jaya ini yang terkenal di kecamatan Nanya Tayap yakni sumber mata airnya yang sangat murni dan belum terkontaminasi.

Ketika kemarau, masyarakat akan mengambil air disana untuk kebutuhan seharu-hari,” ucap PJ selaku kepala desa Sepakat Jaya.

PJ juga mengungkapkan bahwa belum ada perusahaan yang mengelola sumber mata air tersebut karena berada di hutan desa dan dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sepakat Jaya.

LPHD juga mengelola sumber mata air tersebut menjadi air ledeng dan disalurkan ke masyarakat sekitar.

Edi Hansfikan, masyarakat desa Sepakat Jaya, menuturkan bahwa sudah ada perencanaan untuk mengelola sumber mata air menjadi air kemasan.

“Kami mempunyai rencana bersama-sama masyarakat desa ingin mencoba mengelola sumber mata air tersebut menjadi air kemasan. Juga ingin mengembangkan potensi alam disana sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.”

Baca juga: DPMPTSP Kapuas Hulu Minta BUMdes Segera Buat Izin Usaha

“Kendala yang dialami desa tentunya adalah anggaran. Yang pertama adalah kendala seperti akses perizinian, tempat usaha dan SDM yang mampu untuk mengelola dana desa. Yang kedua yakni jalan menuju sumber air yang belum rapih,” ungkap PJ.

Diketahui bahwa desa Sepakat Jaya sudah menggunakan dana desa untuk pembangunan jalan menuju sumber mata air, namun hanya mampu membuat jalan sepanjang 100 meter.

Selain itu, ada juga kendala dalam pemasaran hasil kerajian tangan PKK.

“Kendalanya bagi kami adalah di kecamatan ini belum ada panampungan untuk kerajinan tangan sehingga hanya dipasarkan ketika ada lomba di kabupaten atau pun saat Gawai,” tutur Maria, Sekretaris PKK Desa Sepakat Jaya.

Yayasan Sangga Bumi Lestari melihat penting untuk mendukung perhutanan sosial melalui peraturan-peraturan desa, anggaran pendapatan desa bahkan perhutanan sosial harus menjadi bagian dari badan usaha milik desa

“Kedepannya ketika dikelola dengan baik dan benar, perhutanan sosial bisa menjadi sumber pendapatan asli desa dan menyejahterakan.

Tidak hanya untuk anggota yang mengusulkan perhutanan sosial tapi seluruh masyarakat desa, bahkan desa-desa di sekitarnya,” kata Ronny Christianto selaku perwakilan Yayasan Sangga Bumi Lestari.

Edi berharap bahwa dengan kedatangan Yayasan Sangga Bumi Lestari bisa membantu desa Sepakat Jaya untuk mengembangkan desa.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved