Ragam Contoh

Bayi 11 Bulan Alami Sesak Napas Akibat Gas Air Mata Polisi Saat Demo di Jakarta

Bayi perempuan berinisial AQ, yang tinggal di sekitar Petamburan, Jakarta, terdampak gas air mata yang digunakan oleh aparat

Dok. Kompas.com
BAYI- Bayi perempuan berinisial AQ, yang tinggal di sekitar Petamburan, Jakarta, terdampak gas air mata yang digunakan oleh aparat untuk membubarkan aksi demonstrasi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kronologi seorang bayi berusia 11 bulan yang mengalami sesak napas setelah terpapar gas air mata polisi menjadi perbincangan publik. 

Bayi perempuan berinisial AQ, yang tinggal di sekitar Petamburan, Jakarta, terdampak gas air mata yang digunakan oleh aparat untuk membubarkan aksi demonstrasi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. 

Akibat terpapar gas, AQ langsung dibawa ke Rumah Sakit Pelni di Palmerah, Jakarta Barat.

Menurut Abdul Aziz Purnomo, VP Corporate Secretary and Legal PT RS Pelni, gas air mata yang digunakan dalam demonstrasi malam itu mungkin masih tersisa di udara dan masuk ke dalam rumah melalui jendela. 

"Bayi itu sebenarnya warga sekitar sini, sekitar jalan Petamburan. Cuma kan karena malam itu banyak gas air mata, jadi mungkin sisa-sisa gas itu masuk ke dalam lewat jendela rumah," ungkap Aziz, seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Setelah dibawa ke rumah sakit, bayi tersebut diketahui mengalami sesak napas, namun setelah mendapatkan penanganan medis, kondisinya membaik dan ia bisa dipulangkan ke rumah pada malam yang sama, bersama dengan 9 korban lainnya yang juga terdampak gas air mata.

Sosok Rusdi Masse Mappasessu, Politisi Sulsel yang Gantikan Ahmad Sahroni di Komisi III DPR RI

Aziz menambahkan, "Tadi malam sudah bisa dipulangkan. Hanya sesak napas dikit aja." Dari 14 pasien yang dibawa ke IGD Rumah Sakit Pelni pada Kamis malam, 10 di antaranya dipulangkan setelah menjalani perawatan rawat jalan, sementara 4 orang lainnya, yang semuanya berjenis kelamin laki-laki dengan usia 19 hingga 40 tahun, masih menjalani perawatan. Mereka mengalami trauma akibat serangan benda tumpul, dan salah satu di antaranya diketahui merupakan seorang ojek online.

Sementara itu, di Magelang, sejumlah demonstran dilaporkan jatuh pingsan setelah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi di depan Polres Magelang Kota pada Jumat 29 Agustus 2025. 

Kejadian-kejadian ini memperlihatkan dampak dari penggunaan gas air mata terhadap masyarakat yang sedang berunjuk rasa, baik yang langsung terlibat dalam aksi maupun yang terpapar di sekitar lokasi.

Saat itu, ribuan massa turun menggeruduk Markas Polres Magelang Kota, Jawa Tengah pada sore hari. Aksi ini sebagai bentuk protes atas kekerasan polisi dalam menangani demonstrasi di Jakarta sebelumnya.

Diketahui, Affan Kurniawan, seorang pengendara ojek online (ojol) tewas usai dilindas mobil rantis Brimob. Insiden ini kemudian viral dan menumbuhkan aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Indonesia.

Saat itu, massa aksi melampiaskan amarahnya dengan melempari botol, batu, dan lampu neon ke dalam Polres Magelang Kota. Meraka juga menggoncang-goncangkan gerbang masuk markas hingga patah.

Polisi kemudian mulai melemparkan gas air mata ke arah para pendemo. Sejumlah demonstran bahkan tampak pingsan dan dibawa masuk ke Markas Polres Magelang Kota untuk mendapatkan perawatan.

VIRAL, Penawaran Buzzer Artis dan Selebgram Rp 150 Juta, Jerome Polin Ungkap Hal Ini

Melansir dari Kompas.com, di Solo seorang ojol dilarikan ke rumah sakit usai demo di Depan Mako Brimob Batalyon C Pelopor, Solo, Jawa Tengah pada Jumat 29 Agustus 2025. Korban diduga mengalami sesak napas usai terkena gas air mata polisi.

Sebelumnya, dikabarkan terjadi kericuhan hingga para pendemo melempar batu, rokok, botol air mineral hingga es teh ke arah polisi. Tindakan ini dipicu setelah aparat terlihat merespons keberadaan kerumunan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved