Pengamat Ekonomi Sebut Pedagang Pasar Sudirman Harus Beralih ke Online, Lakukan Live Shopping

Kita ketahui sekarang online banyak bermunculan di media sosial tak hanya di market place. Seperti di pasar Sudirman, seharusnya di kombinasikan denga

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FIRDAUS
Kondisi terkini Pasar Sudirman Pontianak yang semakin hari semakin sepi, Sabtu 5 Agustus 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pasar Sudirman yang pernah menjadi primadona, kini sepi pengunjungnya. Kondisi ini disebabkan banyaknya bermunculan toko online dan diperparah oleh pandemi yang melanda 2019 lalu.

Bagaimana News Analisys dari Pengamat Ekonomi Universitas Tanjung Pura, Muhammad Fahmi.

Pasar-pasar tradisional memang kondisinya kurangnya diminati konsumen. Kondisi ini terasa semenjak Covid-19, tak hanya pasar konvensional seperti Pasar Sudirman bahkan pasar retail hingga mall juga berkurang dan tutup.

Khusus seperti Pasar Sudirman, pedagang harus sudah memikirkan pola lain. Produk yang dijual sekarang tidak bisa hanya terpaku dengan offline.

Channel kepada customer itu, bisa melalui offline dan juga online.

Kita ketahui sekarang online banyak bermunculan di media sosial tak hanya di market place. Seperti di pasar Sudirman, seharusnya di kombinasikan dengan penjualan online.

Kian Hari Semakin Sepi, Banyak Lapak di Pasar Sudirman Pontianak Sudah Tutup

Beberapa gerai di mall sudah dimengkombinasi dengan online, mereka juga bisa melakukan live shopping di tiktok dan Instagram.

Dalam live, penjual menceritakan kelebihan produknya.

Online ini, mereka sudah membuat suatu model bisnis berkolaborasi dengan jasa kirim dan lainnya sehingga biaya dibayar konsumen.

Ketika banyak peminatnya bisa jadi ada penurunan pada jasa ongkir. Bahkan dibanyak moment, pembeli bisa mendapatkan gratis ongkir.

Ini lah kenapa pasar online kian diminati, pembeli bisa lebih jelas melihat produk yang di review, harga lebih bersahabat dan hemat tenaga Karen cukup dalam genggaman.

Nah, pedagang yang hanya berkutat dengan penjualan offline bisa mulai beralih ke media online atau bekerjasama dengan market place.

Untuk itu tentu perlu penguatan kapasitas atau pelatihan. Pemerintah hingga BUMN banyak yang memfasilitasi itu. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved