Ditjen Perkebunan Launching Aplikasi BabeBUN di Kalbar, Percepat Capaian Program PSR

Adanya platform ini kata Gunawan membuat pekebun peserta PSR tidak ada alasan kesulitan mendapatkan benih kelapa sawit unggul.

|
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Maskartini
Rapat Koordinasi Pemantapan Penyediaan dan Pengawasan Peredaran Benih Kelapa Sawit di Hotel Mercure, Kamis 27 Juli 2023. (Maskartini) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Perbenihan Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Gunawan memperkenalkan aplikasi Bank Benih Perkebunan (BabeBUN) dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Penyediaan dan Pengawasan Peredaran Benih Kelapa Sawit di Hotel Mercure, Kamis 27 Juli 2023.

Aplikasi ini merupakan terobosan yang terus dilakukan Kementerian Pertanian, dalam hal ini Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan mempercepat capaian target program peremajaan Sawit Rakyat (PSR). 

"Alangkah naifnya jika program yang sudah didukung dengan anggaran yang luar biasa, tapi masih beredar benih-benih palsu. Kalau kita salah memilih bibit sawit perkebunan dampak kerugiannya luar biasa," ujarnya dalam sambutan Rakor.

Memilih bibit unggul dan bermutu kata Gunawan dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan.

Baca juga: Membangun Integritas Akademik dalam Penulisan Karya Ilmiah di FMIPA Untan

"Sampai saat ini sudah terjadi 60.000 transaksi digital benih sawit di platform kami," ujarnya.

Aplikasi ini memudahkan pekebun mengakses benih kelapa sawit langsung kepada 19 sumber benih kecambah yang menghasilkan 70 varietas benih unggul.

Dimana terdapat 216 produsen benih pembesaran yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Adanya platform ini kata Gunawan membuat pekebun peserta PSR tidak ada alasan kesulitan mendapatkan benih kelapa sawit unggul.

Aplikasi BabeBUN diakuinya juga mendorong capaian target program PSR lantaran bisa menjadi penghubung koperasi tani dengan produsen benih.

"Dengan adanya aplikasi BabeBUN koperasi bisa melihat atau mencari sumber benih yang terdekat. Penting diingat kelapa sawit sebagai sumber devisa negara dan menjadi menyumbang PDB terbesar," ujarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved