Catatan Perjalanan Romo Johannes Robini Marianto ke Jerman, Hadiri International Networking Days

Pada hari ke-2 program ini diisi dengan Workshop dan Audiensi bersama Mendikbud Sachsen, Jerman.

Editor: Jamadin
File/Romo Johannes Robini Marianto
Perwakilan San Agustin, Romo Johannes Robini Marianto OP (Ketua Yayasan Landak Bersatu), Romo Mingdry Hanafi T OP (Rektor), Kunto Nurcahyoko, Mustika Aji H dan Trio Kurniawan foto bersama di Jerman. Kegiatan ini diselenggarakan Technische Universität (TU) Dresden Jerman 

Borneo Mobility Program

Di bagian akhir IND 2023, peserta mengikuti beberapa workshop yang tidak kalah menarik. Di sesi pembuka, Tim San Agustin dan peserta lainnya diberi kesempatan menyampaikan usulan-usulan menarik terkait pengembangan pendidikan di seluruh dunia.

Salah satu usulan menarik dari sesi ini adalah perlunya dibangun sebuah platform global yang menghubungkan dosen-mahasiswa dan guru-murid dari seluruh belahan dunia untuk belajar secara setara.

Setelah menyelesaikan sesi pertama, peserta dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok untuk Workshop Funding (Pembiayaan) dan Workshop Mobility Program.

Pada sesi Workshop Mobility Program, Kunto kembali berbicara tentang topik Borneo Mobility Program: Connecting Worlds.

Kunto menjelaskan tentang program pertukaran yang mungkin dilakukan di Kalimantan Barat melalui Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Di sini, San Agustin kembali menunjukkan posisinya untuk mempromosikan kebudayaan dan pendidikan di Kalimantan Barat ke tingkat internasional.

Borneo Mobility Program mendapat sambutan baik dan hangat dari peserta IND 2023. Beberapa negara berdiskusi secara intens dengan tim San Agustin untuk menindaklanjuti program ini. Semoga program ini berdampak baik pada pengembangan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat.

Program IND 2023 ini sendiri memiliki arti penting bagi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Pertama, IND 2023 menjadi media bagi San Agustin untuk terhubung dengan pakar pendidikan dari berbagai negara, mengembangkan kegiatan pertukaran budaya dan memperluas perspektif tentang pengelolaan pendidikan.

Kedua, program ini memberikan kesempatan bagi San Agustin di tahun pertamanya berdiri untuk membangun kerjasama internasional yang sangat bernilai sehingga seluruh dosen, tendik dan mahasiswa/i di San Agustin semakin mampu bersaing dan “berbicara” di level internasional. Sebagai catatan, internasionalisasi San Agustin ini sebenarnya sudah dimulai sejak kolaborasinya dengan University of Santo Tomas Manila (Filipina).

Ketiga, program ini juga membuka ruang seluas-luasnya bagi San Agustin untuk melakukan riset kolaboratif bersama kampus-kampus terbaik di dunia. Secara perlahan, San Agustin bergerak menjadi sebuah kampus riset. Harapannya, riset-riset ini bisa berguna untuk pengembangan sumber daya dan kehidupan manusia. (trio kurniawan/citizen reporter)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved