Konflik Timur Tengah

JK Buka Suara soal Dua Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Pemerintah maupun Pertamina memang memastikan keamanan dari para kru kapal serta aset berupa minyak mentah yang diangkut.

Editor: Dhita Mutiasari
@pertaminainternationalshipping
KAPAL PERTAMINA - Ilustrasi kapal pertamina. - Dua kapal PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih berada di selat Hormuz, wilayah Iran yang menjadi salah satu pusat konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel. 

Ringkasan Berita:
  • Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di kawasan Selat Hormuz
  • Kedua kapal menunggu kondisi aman untuk melintas keluar dari wilayah tersebut.
  • Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan KBRI Teheran sedang melakukan diplomasi dengan pemerintah Iran.
  • Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar pemerintah Indonesia lebih aktif melakukan komunikasi dan diplomasi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dua kapal PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih berada di selat Hormuz, wilayah Iran yang menjadi salah satu pusat konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel.

Pemerintah maupun Pertamina memang memastikan keamanan dari para kru kapal serta aset berupa minyak mentah yang diangkut.

Dua kapal tanker Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro. J

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI yang akrab dikenal dengan singkatan namanya, JK, menilai masalah tersebut tentu menjadi kepentingan pemerintah.

“Kami di sini tidak berbicara tentang situasi itu. Tetap itu kepentingan pemerintah,” kata JK di kediamannya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu 15 Maret 2026.

Dia baru saja selesai berdiskusi bersama para cendekiawan, membahas pemerintahan dan otonomi daerah, bukan membahas geopolitik atau situasi Selat Hormuz secara khusus.

Baca juga: Pemkab Ketapang Pastikan Stok BBM, LPG dan Sembako Aman Jelang Lebaran

Kendati demikian, JK melanjutkan komentarnya soal dua kapal Indonesia yang tertahan di sekitar Selat Hormuz.

Dia mengaku bisa berkonsultasi dengan Pemerintah Iran, namun Pemerintah Indonesia harus lebih aktif berbicara dan menunjukkan keprihatinan terhadap kondisi di Iran.

“Walaupun tentunya saya bisa berkonsultasi, bicara dengan pihak Iran. Tapi ada batasnya juga. Harus pemerintah lebih aktif (melobi ke Iran),” ujarnya menyarankan.

“Harus juga pemerintah memberikan keprihatinan dan juga dukungan, kemanusiaan di Iran. Dan saya kira pemerintah Iran akan menerima apabila kita berada di situ,” imbuhnya.

Dua kapal Pertamina masih tertahan lewat Selat Hormuz
Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan dua kapal milik perusahaan masih tertahan di Teluk Arab.

Kedua kapal sedang menunggu situasi aman di Timur Tengah untuk bisa keluar melalui Selat Hormuz.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan, terdapat empat unit kapal milik perusahaan yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.

Sementara dua unit kapal yang masih beroperasi di kawasan Timur Tengah yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di Teluk Arab.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved