Layangan Makan Korban Jiwa

Warga Putussibau Harap Ada Larangan Tegas Main Layangan di Kapuas Hulu

Seorang warga Putussibau Selatan, Ali Syahroni menyatakan dirinya merasa geram terhadap pemain layangan karena sering memakan korban.

|
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Sebanyak 40 layangan beserta alat permainannya disita Satpol PP Ketapang dalam razia yang dilaksanakan guna menertibkan para pemain karena dianggap membahayakan pengguna jalan, 23 Juni 2020, 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Warga Kabupaten Kapuas Hulu tengah dihebohkan dengan meninggalnya bocah 5 tahun di Putussibau akibat tersayat layangan di bagian leher, Kamis 22 Juni 2023 kemarin.

Merespon kejadian itu, warga Kapuas Hulu mengaku geram kepada pemain layangan.

Seorang warga Putussibau Selatan, Ali Syahroni menyatakan dirinya merasa geram terhadap pemain layangan karena sering memakan korban.

"Dari dulu saya tidak suka dengan layangan karena membahayakan keselamatan masyarakat, dan sudah terbukti berapa banyak menjadi korban tali layangan itu sendiri," ujarnya kepada TribunPontianak.co.id, Jumat 23 Juni 2023.

Tak Mau Ada Korban Lagi, Wabup Kapuas Hulu Tegaskan Larangan Main Layangan

BREAKING NEWS - Layangan Makan Korban Jiwa, Bocah di Kapuas Hulu Meninggal Terjerat Tali Layangan

Ali juga mengakui, kalau ia juga pernah menjadi korban tali layangan, saat kendarai motor di jalan pada sore hari.

"Untung saja, saya waktu itu sempat mengela dan hanya terkena tangan, akibatnya sedikit mengalami luka di tangan," ucapnya.

Atas kejadian tersebut, jelas Ali, dirinya melaporkan ke Kepolisian dan Satpol PP, namun masih saja masyarakat yang main layangan.

"Kami harapkan hentikan main layangan," ungkapnya.

Seorang Warga Putussibau Utara, Alex juga meminta Kepolisian, Satpol PP dan semua pihak untuk sama-sama mencegah atau melarang masyarakat main layangan.

"Kalau tak tegas maka, akan ada korban lagi," ujarnya.

Diharapkan juga kepada orang tua agar melarang anak-anaknya untuk main layangan, karena sangat membahayakan kesehatan orang lain, saat di jalan.

"Kita semua orang sama-sama peduli terhadap bahayanya main layangan," ungkapnya.

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved