BNPB Akan Ciptakan Hujan Buatan di Kalbar hingga 7 Juni 2023
TMC merupakan bentuk usaha memodifikasi cuaca dengan tujuan tertentu, di antaranya untuk mendapatkan hujan.
Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi kelas I Supadio Pontianak, Sutikno, membenarkan adanya deteksi titik panas tersebut.
"Kabupaten Ketapang titik panasnya terbanyak saat ini, yakni sebanyak 24 titik panas, dengan tingkat kepercayaan menengah," katanya.
Tak hanya itu, ia juga menjelaskan jumlah keseluruhan wilayah yang terdapat titik panas ada sebanyak 44 titik dan masih berada pada tingkat kepercayaan menengah.
"Wilayah lainnya ada Sambas terdapat 4 titik, Mempawah 1 titik, Sanggau 1 titik, Bengkayang 5 titik, Landak 1 titik, Sanggau 1 titik, Kayong Utara 3, Melawi 3 dan Kubu Raya 1 titik," jelasnya.
Di sisi lain, Sutikno juga mengatakan potensi hujan baru akan mulai tampak pada tanggal 4 Juni namun masih belum merata.
Midji: Konsesi Perkebunan
Terpisah Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan Karhutla yang sering terjadi dalam sekala besar kerapkali berasal dari konsesi perkebunan.
"Karhutla itu kalau skala besar terjadi pasti di perkebunan, kalau pertanian orang buka ladang itu palingan satu atau dua kasus saja karena merembet kemana-mana," katanya saat diwawancarai di Hotel Mercure Pontianak, Selasa 30 Mei 2023.
Ia juga sempat menjelaskan data yang sempat terjadi pada tahun 2019 lalu dimana sebanyak 157 perkebunan di Kalimantan Barat yang memiliki titik api.
"Masalahnya area mereka ini belum clear dengan masyarakat dan Ini harus di clear kan, jangan sampai disitu masyarakat masih menganggap itu bagian dari wilayah mereka tapi dimasukan ke Hak Guna Usaha (HGU)," jelasnya.
Tak hanya itu, Midji juga menilai perusahaan yang masuk kedalam koordinat masyarakat kebanyakan tidak bisa mengelolanya.
"Kebanyakan itu ketika perusahaan ingin menyelesaikan dengan masyarakat mereka biasanya mau biaya murah dan siap tanam," katanya.
Dengan adanya hal tersebut, ia juga mengungkapkan kebanyakan masyarakat tidak bisa melakukan pembersihan lahan karena tidak punya alat, jadi harus menggunakan metode dibakar.
"Sebenarnya ini masalah yang tidak pernah digubris oleh pusat, karena masalah bakar lahan kan sebenarnya ya itu tadi. Kebakaran lahan itu bisa dilihat koordinat terjadinya dan itu luasan mana, apakah mereka yang buka ladang atau di wilayah konsesi perkebunan," tutupnya.
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
Pemprov Kalbar Dukung Pemerataan Dokter Spesialis, Optimalkan Layanan Kesehatan |
![]() |
---|
20 Tahun Menjadi Ikon Akomodasi Singkawang, Hotel Dangau Tutup Permanen |
![]() |
---|
Cerdas Cermat Adhyaksa Fest Perkuat Pengetahuan Hukum Bagi Pelajar Sambas |
![]() |
---|
Wabup Mempawah Dorong Sinergi Daerah Lewat Gerakan Tanam Cabai |
![]() |
---|
Peluncuran Konverter Kit Mesin BBM ke Gas di Kalbar, Semua Pihak Bisa Untung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.