Elon Musk Dapat Kritikan Dari Pendiri Twitter Karena Dianggap Gagal

Saat ini ketika Dorsey ditanya apakah Musk sudah menjadi pemimpin yang baik bagi Twitter, Dorsey menjawab dengan datar.

Dimitrios Kambouris / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP
Orang terkaya dunia sekaligus bos Tesla dan pemilik Twitter kini, Elon Musk. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Setelah sebelumnya diberikan pujian, kini Elon Musk malah mendapat kritikan dari pendiri Twitter.

Maka pendiri Twitter Jack Dorsey pun dianggap seolah menarik omongannya sendiri soal Elon Musk yang kini menjadi pemilik sekaligus pemimpin Twitter.

Pujian yang disampaikan Dorsey dulu terjadi di awal rencana akuisisi Twitter.

Saat ini ketika Dorsey ditanya apakah Musk sudah menjadi pemimpin yang baik bagi Twitter, Dorsey menjawab dengan datar.

"Tidak. Saya pikir dia tidak bertindak tepat setelah menyadari waktunya juga tidak tepat," katanya di platform Bluesky, jejaring sosial baru yang dibuat Dorsey.

Fitur Baru Dari Twitter, Baca Berita Harus Bayar Yang Aktif Mei 2023 Ini

Menurut Dorsey, Musk seharusnya mengurungkan rencananya mengakuisisi Twitter tahun lalu.

Dia juga menyalahkan direksi Twitter yang menurutnya, mencoba memaksa Musk untuk tetap melanjutkan akuisisi yang sudah direncanakan.

"Saya juga berpikir, dewan direksi seharusnya tidak memaksakan penjualan (Twitter ke Elon Musk)," imbuhnya, dihimpun dari Tech Crunch.

Sedikit mengingat ke belakang, Musk memang sempat ingin membatalkan akuisisi Twitter setelah mengumumkan rencana tersebut.

Alasannya, dia menganggap Twitter "tidak transparan" dan banyak melanggar aturan selama proses negosiasi.

Adapun hal yang dianggap "tidak transparan" menurut Musk adalah terkait pernyataan jumlah akun robot (bot) dan akun palsu (spam) yang merajalela di Twitter.

Setelah mengumumkan pembatalan akuisisi, Twitter lantas mengatakan akan menuntut Musk dan berupaya agar proses pembelian tetap berlangsung sesuai rencana awal.

Hingga akhirnya, Elon Musk melanjutkan proses akuisisi dan sah menjadi pemilik Twitter pada akhir Oktober 2022.

Sejak menjadi pemilik Twitter, Musk membuat beberapa kebijakan yang cukup kontroversial.

Mulai dari memecat CEO Twitter sebelumnya, Parag Agrawal, melakukan PHK massal berkali-kali, hingga mengubah beberapa kebijakan produk, seperti centang biru yang kini berbayar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved