Idul Fitri

Meski PPKM Sudah Dicabut, Omzet Nasib Pedagang Kaki Lima di Pontianak Jelang Lebaran Justru Menurun

"Dulu kan masih PPKM, banyak syarat untuk masuk ke dalam mall, mungkin daripada ribet, banyak masyarakat yang akhirnya pergi berbelanja ke kita-kita (

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/JOVANKA MAYANK CANDRI
Pedagang songkok di Jalan Prof. M. Yamin Pontianak, Cibon mengatakan semenjak dicabutnya PPKM, daya beli rendah masyarakat merupakan pemicu penurunan pendapatan pedagang kaki lima. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beberapa pedagang kaki lima di Kota Pontianak mengakui ada penurunan omzet menjelang lebaran 2023 karena daya beli pengunjung menurun dibandingkan 2022.

Menurut pedagang songkok di Jalan Prof. M. Yamin Pontianak, Cibon mengatakan bahwa semenjak dicabutnya PPKM, daya beli rendah masyarakat merupakan pemicu penurunan pendapatan pedagang kaki lima.

Ia katakan rata-rata omzet beberapa pedagang kaki lima menurun hingga 60 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Walaupun status pandemi sudah dicabut tetapi pedagang masih merasakan sepinya dagangan mereka.

Cibon mengungkapkan, omzetnya saat ini menurun drastis justru setelah dicabutnya PPKM. Padahal, tahun sebelumnya satu minggu menjelang lebaran seluruh dagangannya sudah hampir ludes terjual.

Kenali Perbedaan Uang Asli dan Palsu! Cara ini Bisa Dilakukan Untuk Menghindari Penipuan

"Dulu kan masih PPKM, banyak syarat untuk masuk ke dalam mall, mungkin daripada ribet, banyak masyarakat yang akhirnya pergi berbelanja ke kita-kita (lapak kaki lima) ini. Sekarang PPKM dicabut, jadi mereka lebih milih tempat yang lebih besar dan nyaman," katanya saat ditemui Tribunpontianak.co.id, Kamis 13 April 2023.

"Euphoria warga tahun lalu justru lebih besar kami rasakan dibanding tahun ini. Karena sekarang banyak toko-toko besar dan mall-mall sudah pada buka tanpa harus pakai syarat ini itu lagi, jadi orang bisa lebih bebas memilih kesana, kalau dulu orang masih harus pakai vaksin, masker, ribet kan jadi banyak diantara mereka yang milih belanja di kaki lima," lanjutnya.

Ditambah lagi, ia mengatakan dengan marak pasar online, turut menjadi faktor menurunnya pendapatan pedagang kaki lima.

"Selain saingan dari pusat perbelanjaan yang lebih besar (mall), pasar online sekarang sudah banyak, itu yang menghancurkan pasar kaki lima, daya beli masyarakat untuk langsung belanja ke lapak-lapak seperti ini jadi kurang, jadi untuk pemasukan kami cuma mengharapkan kepada pembeli-pembeli yang masih mau datang saja untuk berbelanja," pungkasnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved