Kasus Pemalsuan Uang

Uang Palsu Marak Beredar di Landak, Warga: Kalau Tidak Teliti Memang Dikira Asli

Dona menuturkan, saat melihat uang kertas itu. Ia seketika sadar ada perbedaan dengan uang kertas asli.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Uang palsu pecahan 20.000 yang masih disimpan Dona, korban peredaran uang palsu di kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Peredaran uang palsu tengah marak di Kabupaten Landak. Tak terkecuali warga di Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, yang mengaku sempat mendapat uang palsu dengan pecahan Rp 20 ribu.

Satu di antara korban peredaran uang palsu di Kabupaten Landak adalah Pengelola Apotek DNA Farma, Fransiska Dona. Ia mengaku mendapatkan uang palsu dengan pecahan Rp. 20.000,- oleh seseorang yang membeli obat pada bulan Desember 2022.

"Orang itu beli obat alergi yang harga Rp5000, uangnya Rp20.000 kembaliannya Rp15.000. Sampai sekarang uangnya (uang palsu) masih disimpan," ujar Dona saat ditemui TribunPontianak.co.id, Kamis 13 April 2023.

Dona menuturkan, saat melihat uang kertas itu. Ia seketika sadar ada perbedaan dengan uang kertas asli. Di mana uang palsu memiliki ukuran yang lebih kecil dan warnanya pudar dibandingkan uang kertas asli. 

"Kalau tidak teliti memang dikira asli. Tapi agak beda kalau diraba, diterawang pun kosong gambar manusia yang di dalam kertas itu, " pungkas Dona.

Diketahui, selain Dona juga terdapat beberapa pedagang lainnya yang menjadi korban peredaran uang palsu di Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak. Sedangkan untuk tiga orang tersangka yang diketahui ketiganya baru berusia 20 tahun, sejak bulan Maret sudah diamankan Polres Landak. 

BREAKING NEWS - Polres Landak Ringkus Pengedar Uang Palsu, Begini Modusnya

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved