Ramadhan Kareem

Serunya Berburu Takjil di Pasar Juadah Masjid Al-Jama'ah Pontianak Selatan

"Kalau omset saya ndak pernah hitung. Tapi untuk pedagang ya, untuk nambah-nambah penghasilan kita kan, lumayan lah," paparnya.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Firdaus
Penampakan aneka ragam takjil dan ramainya warga yang berburu takjil di Pasar Juadah Masjid Al-Jama'ah Jl M Sohor Pontianak Selatan. Sabtu, 8 April 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Di edisi kali ini, kami akan menceritakan khusus keseruan berburu takjil di salah satu pasar juadah Ramadan yang ada di Kota Pontianak.

Selain Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin, Pasar Juadah Masjid Al-Jama'ah Jl M Sohor Pontianak Selatan adalah salah satu pasar juadah Ramadan yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat.

Sejak pukul 14.00 WIB masyarakat sudah mulai berbondong-bondong mendatangi pasar juadah untuk ini berburu kuliner, hingga menjelang waktu Maghrib tiba.

Tak hanya muslim, masyarakat non muslim juga tak ketinggalan meramaikan dan berbelanja aneka jajanan di pasar juadah ini.

Tak jarang pengunjung harus mengantre dan berdesak-desakan ketika berkunjung di pasar juadah ini.

Baca juga: Lebarkan Sayap Bisnisnya, Radja Gadget Buka Cabang Baru di Jalan Setia Budi Pontianak

Bahkan, kondisi jalanan M Sohor pun sampai begitu padat hingga terjadi kemacetan disekitarnya. Kondisi seperti ini berlangsung setiap hari selama Ramadan.

Tidak heran mengapa pasar juadah ini begitu ramai dikunjungi, selain pilihan menunya lebih banyak, harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau.

Ada beraneka ragam takjil, seperti Lemang, Ketupat, Kolak, Batang Burok, Bubur Mutiara, Kelepon, Onde-onde, Gedtuk, bingke, Nagasari, aneka gorengan dan lainnya.

Kemudian ada beragam minuman pelepas dahaga, seperti Es Kelapa, Es Tebu, Es Buah, Es Cendol, Air Tahu dan lainnya. Ada juga yang menjajakan aneka sayur dan lauk pauk lengkap disini.

Salah satu penjual takjil Pasar Juadah Masjid Al-Jama'ah Jl M Sohor Pontianak Selatan, Santi mengungkapkan bahwa memang pasar juadah ini selalu ramai setiap harinya. Tidak hanya Ramadan kali ini saja, tahun-tahun sebelumnya juga sama.

Kata Santi, selain menjual jajanan milik atau yang mereka buat sendiri, para penjual juga menerima titipan takjil dari pihak lain untuk dijual.

"Ada yang punya sendiri ada yang punya orang nitip. Harganya dimulai dari Rp1500, 2000 sampai 3000," ujar Santi kepada Tribun Pontianak sambil melayani pembeli.

Ia menceritakan, berkah Ramadan, membuat Ia dan para penjual takjil di pasar juadah ini kebanjiran omset.

Keuntungan jualan takjil yang cukup menggiurkan membuat dirinya rutin berjualan takjil di pasar juadah ini setiap tahunnya.

Bahkan dirinya rela menutup sementara warung yang dimilikinya di rumah selama bulan Ramadan ini.

"Kalau omset saya ndak pernah hitung. Tapi untuk pedagang ya, untuk nambah-nambah penghasilan kita kan, lumayan lah," paparnya.

"Sebelumnya saya di rumah buka warung, tapi setiap bulan puasa saya jualan juadah," ujarnya. (*)

Kamera Mengidentifikasi Subjek Utama Secara Otomatis Menggunakan Semua 153 titik dan Mencapai Fokus

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved