Tribun Wiki

Profil Maria Goreti, Anggota DPD Dapil Kalbar yang Dulu Aktif Jadi Wartawan hingga Terjun ke Politik

Maria Goreti pernah menekuni dunia jurnalistik sebelum ia terjun ke dunia politik, tepatnya menjadi wartawan tetap.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Triponcast
Maria Goreti saat berkunjung ke kantor TribunPontianak.co.id dan menjadi narasumber di Triponcast, Rabu 15 Maret 2023. Sebagai salah satu dari empat anggota DPD RI Dapil Kalbar, Maria pernah menekuni dunia jurnalistik sebelum ia terjun ke dunia politik. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berikut profil Maria Goreti, salah satu dari empat anggota DPD RI Dapil Kalbar Masa Bakti 2019-2024.

Maria Goreti, lahir pada 29 Februari 1972 di Kampung Kebadu, Desa Paloan-Pahauman, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Yeti, demikian nama panggilannya, adalah seorang penganut Katolik. Ayahnya bernama Felicianus Tamen, seorang guru agama Katolik (Katekis) Yayasan Perum di bawah naungan Keuskupan Agung Pontianak yang kemudian menjadi guru Sekolah Dasar pegawai negeri sipil.

Sedangkan, ibunya Maria Emerensiana Janis, adalah seorang ibu rumah tangga tamatan Sekolah Rendah (SR) di Pakumbang yang kemudian melanjutkan di Sekolah Kepandaian Putri (SKP) di Pontianak.

Masa kecil dan pendidikan dari SD hingga SMA diembannya di kampung kelahirannya. Jenjang pendidikan Strata 1 dan Strata 2 dijalani Maria di Yogyakarta, yakni S1 di Universitas Atmajaya Yogyakarta dan S2 di Universitas Gajahmada Yogyakarta.

Maria Goreti pernah menekuni dunia jurnalistik sebelum ia terjun ke dunia politik, tepatnya menjadi wartawan tetap pada majalah Kalimantan Review, ia juga aktif menjadi reporter lepas di The Jakarta Post, dan Mingguan Hidup.

Maria Goreti Terverifikasi Memenuhi Syarat Dukungan, Sampaikan Ucapan Terimakasih

Maria Goreti Sebut DPD RI Lahir Untuk Memenuhi Aspirasi Daerah

Selain menjadi jurnalis, ia juga seorang pengajar di beberapa perguruan tinggi swasta di Pontianak yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi – Akademi Bahasa Asing (STIE-ABA) Pontianak. Keberhasilan dalam karir politiknya tak lepas dari pengalamannya berorganisasi yang sudah lama dijalaninya sejak di bangku sekolah hingga perguruan tinggi.

Pengalamannya ketika menjadi jurnalis ia banyak melakukan perjalanan ke pelosok-pelosok Kalbar, bertemu dengan masyarakat dengan berbagai persoalan yang mereka hadapi. 

"Semasa saya menjadi jurnalis, saya banyak sekali menemukan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, menurut saya persoalan tersebut hanya bisa di selesaikan jika terlibat langsung dalam pembuatan kebijakan, karena inilah yang mendorong saya bertekad untuk terjun ke dunia politik," ungkapnya.

Pemilu tahun 2004, ia mengikuti kontestasi pemilihan anggota DPD RI. Ia merupakan satu dari 128 orang yang terpilih menjadi anggota DPD RI untuk pertama kalinya sebagai hasil dari pemilu legislatif 2004.

Sejak saat itu, ia semakin memantapkan tekadnya untuk masuk dalam dunia politik sebagai bentuk pengabdiannya untuk bangsa dan negara serta masyarakat Kalbar.

Ia terpilih sebagai anggota DPD RI empat kali berturut-turut, yakni Periode 2004-2009, Periode 2009-2014, Periode 2014-2019, dan Periode 2019-2024.

"Hingga kini saya selalu berusaha untuk berkomitmen membangun Kalimantan Barat dengan segala kemampuan yang saya punya, membantu sesama, serta mencoba untuk membenahi persoalan-persoalan yang ada," pungkasnya. 

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved