Tribun Wiki
PROFIL Marhasak Reinardo Sinaga, Bercita-cita Jadi Duta Besar New Zealand
Sering menjadi narasumber Edho merasa asyik dengan dunia jurnalistik radio. Karena setiap jeda iklan, ada laporan langsung (report on the spot) dari l
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Marhasak Reinardo Sinaga merupakan jurnalis profesional asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Edho sapaan akrabnya juga merupakan fact checker di hops.id dan editor di jubi.co.id yaitu media yang berbasis di Papua (remote worker).
Ia juga menjadi kontributor di Kantor Berita Radio (KBR) dan kontributor di CNNIndonesia.com. Sederet prestasi pernah diraih pria kelahiran Pontianak, 6 Mei 1985 ini.
Dulunya pada awal 2006-2008 ia bekerja di lembaga advokasi anak (NGO anak) bernama Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN), lalu ia diminta menjadi narasumber di RRI Pontianak.
Sering menjadi narasumber Edho merasa asyik dengan dunia jurnalistik radio. Karena setiap jeda iklan, ada laporan langsung (report on the spot) dari lapangan oleh jurnalis radio.
Saat ada pengumuman dicari tenaga honor jurnalis di RRI Pontianak. Ia pun mencoba peruntungan, dan diterima. Sebenarnya menjadi jurnalis baginya adalah "tersesat di jalan yang benar".
Lantaran ia bisa mewujudkan cita-cita mendiang sang ayah yang ingin menjadi jurnalis, namun menjadi dosen.
Awalnya ia merasa passionnya adalah menjadi news presenter radio. Kecintaannya lantaran mendengar siaran radio-radio waktu di Jakarta, seperti Elshinta, Sonora dan Trijaya.
Akhirnya keinginannya terwujud diakhir tahun 2008 karena diterima bekerja di RRI Pontianak. Ia mengaku, RRI Pontianak adalah media yang membuatnya bisa menjadi jurnalis seperti sekarang.
• Profil Sosok Chadwick Boseman Pemeran Black Panther Meninggal Dunia, RIP Chadwick Wakanda Forever
Pengalaman liputan di lapangan baginya mempunyai kesan tersendiri, namun yang paling berkesan adalah saat investigasi buruh anak di perkebunan kelapa sawit di Sambas.
Liputan Edho pun mempunyai dampak besar sehingga adanya larangan anak-anak 0-18 tahun menjadi buruh di perkebunan kelapa sawit.
Meski melakukan investigasi pertama kalinya dalam karir menjadi jurnalis, ia yang harus menjadi petugas penelitian dari Untan agar diizinkan masuk merasa ada kepuasan tersendiri.
Setiap investigasi yang ia lakukan, ada advokasi didalamnya. Edho merangkum poin penting dalam dunia jurnalistik yang ia alami dengan kalimat "Tekuni apa yang diyakini, niscaya itu jadi jalan rezeki"
Saat ini Edho merintis podcast karena hobi berdiskusi, harapannya topik yang dibahas dari narasumber yang berkompeten bisa menginspirasi. Jika pun tidak, minimal ia mengaku puas menjalankannya.
Podcast Cakap Buntal tayang di youtube Rumah Jurnalis Pontianak dan di Spotify (Podcast Cakap Buntal) https://open.spotify.com/show/4zfwEyiwnwgWnzkaNFe7Xe.