Breaking News

RSUD Abdul Aziz Singkawang Terapkan ERCP, Mampu Periksa Organ Dalam Manusia Lewat Kamera Fiber Optik

Menurutnya, banyak pasien-pasien RSUD Abdul Aziz Singkawang yang harus berobat ke Malaysia untuk dilakukan tindakan seperti ini.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Petugas medis di RSUD Abdul Aziz Singkawang periksa organ dalam pasien dengan ERCP. Kamis 2 Maret 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Rumah Sakit Abdul Aziz ( RSAA ) Kota Singkawang meningkatkan layanan kesehatan mereka dengan menerapkan tindakan Endoskocopic Retrograde Cholangiopancreatography ( ERCP ).

ERCP merupakan tindakan yang dibutuhkan untuk memeriksa dan mengatasi gangguan di pankreas, saluran empedu, dan kandung empedu di Instalasi Bedah

Dokter Spesialis Bedah Saluran Cerna (Digestif) RSUD Abdul Aziz Singkawang, dr Zainul Na'im menjelaskan, ERCP adalah kombinasi dari pemeriksaan endoskopi dan foto Rontgen yang dilengkapi dengan zat pewarna kontras.

ERCP dilakukan dengan bantuan endoskop, yaitu alat berupa selang tipis yang dilengkapi dengan kamera dan lampu di ujungnya.

Alat ini akan dimasukkan melalui mulut pasien, melewati kerongkongan, kemudian masuk ke lambung dan usus dua belas jari, hingga ke ujung saluran empedu dan pankreas.

Baca juga: Pelayanan SPKT Polres Singkawang Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat dan Bebas Pungli

"Jadi dengan kamera fiber optic kita bisa melihat di dalamnya," kata dr Zainul Na'im, Kamis 2 Maret 2023.

Selama ini, lanjutnya, pihaknya hanya bisa mendiagnosis untuk mengetahui penyakit pasien. Sehingga untuk memperluas layanan tersebut, maka dibuatlah tindakan ERCP (Endoskocopic Retrograde Cholangiopancreatography) agar bisa meilihat sampai ke saluran empedu.

Menurutnya, banyak pasien-pasien RSUD Abdul Aziz Singkawang yang harus berobat ke Malaysia untuk dilakukan tindakan seperti ini.

"Contohnya terjadi sumbatan di saluran empedu yang dikarenakan oleh batu atau tumor. Dengan tehnik ERCP maka pembedahan secara terbuka bisa dikurangi frekuensinya khususnya kepada pasien yang cocok untuk dilakukan tehnik seperti ini," ujarnya.

Pada umumnya, tehnik ERCP sama dengan operasi. Bedanya, ERCP tidak melakukan pembedahan atau membuka rongga perut pasien. Apabila berhasil, maka operasi terbuka bisa jadi tidak dilakukan.

Untuk melakukan tindakan ERCP, Zainul dibantu oleh seorang dokter spesialis bedah yang bertugas di RSUD Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur.

"Bahkan tindakan ini juga masuk ke dalam tanggungan BPJS Kesehatan," ungkapnya. (*)

Bhabinkamtibmas Singkawang Timur Bersama Tiga Pilar Kerja Bakti Membagun Jembatan.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved