Contoh Struktur Perusahaan, Terdiri dari Direksi dan Bagian-Bagiannya Berikut Ini

Kelengkapan unsur seperti pelaku pendirian, pondasi dan manajemen dicakupkan dalam sebuah wadah bernama struktur organisasi perusahaan.

TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menjadi pembicara pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2023 di Barcelona. 

Direktur

Merupakan seorang pemimpin di perusahaan perseroan terbatas dan masih di bawah kendali direktur utama di dalam struktur organisasi perusahaan.

Sebagai contoh, sebuah grup perusahaan besar telah memiliki cabang di Kota Jakarta, bernama PT. Mulai Bisnis Sejahtera. PT Mulai Bisnis Sejahtera tersebut juga memiliki cabang lainnya di Kota Jawa Tengah, maka masing-masing kota besar dipimpin oleh seorang direktur namun bukan direktur utama.

Untuk posisi direktur utama biasanya ada di perusahaan pusatnya.

Tugas dari direktur adalah mengatur jalannya pekerjaan di perusahaan sebuah cabang dengan mengandalkan manajer dan divisi lain, memberikan solusi dan ide yang nantinya tidak mengganggu ketertiban usaha. Direktur juga berhak memecat, memindahkan, bahkan memberikan gaji bawahannya sesuai dengan prestasi kerja.

Direktur ini terbagi menjadi beberapa bagian:

Direktur Keuangan

Di dalam struktur organisasi perusahaan, direktur keuangan adalah seorang yang bekerja di bawah naungan direktur yang khusus mengatur finance atau keuangan, manajemen gaji karyawan, manajemen produksi dan mengelola agar perusahaan tidak lekas pailit.

Keahlian yang dimiliki oleh direktur keuangan ini minimal tahu tentang perhitungan akuntansi.

Walaupun nantinya dibantu oleh pihak divisi keuangan namun akan lebih aman jika direktur keuangan paham dengan detil jalur keuangan dan rumus yang cocok untuk kemajuan perusahaan.

Tak sedikit jika seorang direktur keuangan tertipu dengan bawahannya karena tidak bisa menghitung akuntansi.

Contoh Menulis Pengalaman Kerja Agar Mudah Dilirik Perusahaan Tahun 2023

Direktur Personalia

Adalah orang yang tugasnya mengatur, membina karyawan dari masuk hingga bekerja. Aturan yang ditetapkan oleh pihak direktur personalia untuk pegawai inilah yang membuat kinerja bisa menjadi semakin baik atau buruk.

Sebagai contoh, jam kerja dan aturan ijin karyawan dibuat bebas dan tidak kontrol kendati sudah lama bekerja, hasilnya pekerjaan menjadi lebih rumit dan berefek pada kemajuan perusahaan.

Pihak direktur personalia berhak mengganti aturan yang baru untuk bawahannya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved