Turunkan Stunting, Pemkab Kubu Raya Raih Penghargaan BKKBN
Menurut dia, hal itu disebabkan karena kuatnya komitmen Bupati Kubu Raya yang kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai upaya dan inovasi.
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendapatkan penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) atas keberhasilan dalam menurunkan angka prevalensi stunting berdasarkan Data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022.
Piagam penghargaan dari BKKBN di serahkan oleh Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eny Gustina kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mewakili Pemkab Kubu Raya pada Rabu 22 Februari 2023 di Hotel Mercure Pontianak,
Sekda Yusran mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan inovasi sistem data informasi berbasis geospasial di Kubu Raya.
Melalui inovasi itu, penanganan stunting dapat dilakukan secara optimal dengan berbasiskan data yang valid.
“Kita ada inovasi sistem informasi data berbasis geospasial terkait dengan pemetaan data dalam bentuk nama, alamat, lokasi, posisi koordinat, dan informasi berbasis peta ruang kebumian. Lengkap semuanya. Sehingga lebih faktual, akurat, mutakhir, terpadu, dan langsung dari sumbernya,” tutur Yusran Anizam seusai menerima piagam penghargaan dari BKKBN.
Baca juga: Bupati Muda Mahendrawan Apresiasi Kontribusi Kecamatan Batu Ampar Kubu Raya Turunkan Angka Stunting
Kemudian Yusran mengungkapkan penanganan stunting telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sejak jauh hari.
Ia mencontohkan sejak 2019 lalu, misalnya, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan telah melakukan kebijakan untuk mengadakan alat USG Portabel di setiap Puskesmas di Kubu Raya.
“Sehingga ibu-ibu mengandung sudah terkawal sejak masa kehamilan dan kapan waktu melahirkan pun sudah bisa diprediksi dan dipersiapkan,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah kabupaten juga mempunyai inovasi Selasa-Jumat (Salju) Terpadu. Yakni kegiatan pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola ke rumah-rumah warga.
Di mana pada setiap hari Selasa dilakukan pelayanan kesehatan keluarga seperti pemeriksaan ibu hamil, balita, imunisasi, pemberian vitamin, KB, kandungan, dan persalinan.
Adapun di hari Jumat diberikan pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit menular dan tidak menular.
“Dengan beberapa perangkat daerah, secara kepung bakul kita lakukan berbagai macam program inovasi. Termasuk juga dengan melibatkan para tokoh masyarakat,” terangnya.
Terkait adanya perbedaan data stunting, di mana menurut Data SSGI stunting di Kubu Raya sebesar 27,6 persen, sedangkan menurut elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) stunting Kubu Raya hanya sebesar 6,8 persen, Yusran berharap hal tersebut dapat dipadupadankan.
“Katakanlah saat ini ada perbedaan data, kalau di SSGI 27,6 persen sedangkan di e-PPGBM kita sudah di 6,8 persen, nah, ini kita harapkan agar bisa dipadankan antara dua data yang berbeda itu. Mudah-mudahan bisa. Memang itu terkait dengan data, tapi tidak melemahkan kami juga,” ucapnya.
Sementara Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eny Gustina secara khusus mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang berhasil menurunkan secara signifikan angka stunting di Kubu Raya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/prokopim-kubu-raya-220223-stunting.jpg)