Tim Green Budget Paparkan Hasil Analisa APBD Sintang 2021-2022 yang Dukung Program Sintang Lestari

Misi kelima Pemkab Sintang adalah mengoptimalkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang ekonomi dan sumber daya alam.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Diskominfo Sintang
Tim Ground Work Analysis Green Budget Tagging Kabupaten Sintang Tahun 2022 melakukan presentasi hasil analisis mereka terhadap APBD Kabupaten Sintang Tahun 2021 dan 2022 di Aula Bappeda Kabupaten Sintang, kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Tim Ground Work Analysis Green Budget Tagging Kabupaten Sintang Tahun 2022 melakukan presentasi hasil analisis mereka terhadap APBD Kabupaten Sintang Tahun 2021 dan 2022 di Aula Bappeda Kabupaten Sintang, kemarin.

Agus Kurniawan, anggota Tim Ground Work Analysis Green Budget Tagging Kabupaten Sintang Tahun 2022 memaparkan berdasarkan analisa tim pada tahun anggaran 2021 dan semester I anggaran tahun 2022. Pendapatan daerah 2021 sebesar 2 triliun dan 2022 hanya 1,7 triliun.

"Hasil temuan kami, tahun 2021 dan 2022, Pemkab Sintang sudah mengalokasikan 4 persen anggaran untuk mewujudkan Kabupaten Lestari. Dan itu sudah sesuai dengan komitmen yang ada dalam RPJMD. Tahun 2023 sudah disiapkan 78 miliar untuk pembangunan hijau,” kata Agus Kurniawan, Jumat 9 Desember 2022.

Tim juga mendata 17 organisasi masyarakat sipil atau NGO yang sudah menganggarkan untuk Kabupaten Sintang tahun 2021 sebesar 18 miliar dan dari 48 CSR perusahaan sebesar 21 miliar yang sudah mendukung pembangunan hijau.

"Kesimpulan kami, Pemkab Sintang sudah memberikan perhatian khusus kepada pembangunan lestari dengan memperhatikan isu lingkungan hidup dan NGO serta perusahaan sudah berkontribusi dalam pembangunan hijau,” beber Agus.

UMK Sintang 2023 Naik Signifikan, Wajib Diikuti Kecuali UMKM

Sintang Lestari ditargetkan terwujud pada tahun 2039. Visi dan misi Pemkab Sintang itu salah satunya mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan mewujudkan Sintang Lestari.

Misi kelima Pemkab Sintang adalah mengoptimalkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang ekonomi dan sumber daya alam.

"Kami menemukan 32 program misi kelima ini di APBD Kabupaten Sintang. Pembangunan hijau ini juga sesuai aturan Kementerian Keuangan. Ada 21 program prioritas dan diperas menjadi 6 program prioritas pembangunan hijau yang kita laksanakan. Kami menemukan 16 OPD yang berkaitan dengan isu pembangunan hijau," kata Agus.

"Target kita 2030 kita bisa wujudkan Sintang Lestari. Kita juga Ketua LKTL, maka kita harus terdepan dalam upaya mewujudkan Sintang Lestari. Kita mengkaji anggaran Pemkab Sintang dan juga ke depan anggaran Organisasi Masyarakat Sipil yang selama ini membantu Sintang," beber Agus.

"Saran kami, pendanaan anggaran hijau agar berkelanjutan, sebagai bentuk komitmen Bupati dan Wakil Bupati Sintang dalam mewujudkan Sintang Lestari. OPD yang terkait dalam pembangunan hijau hendaknya fokus untuk mencapai pada output mencapai Sintang Lestari. NGO agar terus mendukung perwujudan Sintang Lestari." pungkasnya.

Ketua Tim Ground Work Analysis Green Budget Tagging Kabupaten Sintang Tahun 2022, Cornelia Meinarti menyampaikan timnya mulai bekerja sejak Juni 2022 dan berakhir November 2022.

Tim diberikan tugas melakukan identifikasi, mengkaji dan menganalisa anggaran tahun 2021 dan 2022.

"APBD Kabupaten Sintang tahun 2021 ternyata anggaran hijau ini masih terbatas karena pengaruh pandemi dan refocusing anggaran. kami bekerja diluar jam kerja. Setiap jumat sore sampai malam kami bekerja. Kami juga masih belajar dan untungnya kami beranggotakan ASN yang muda dan cerdas sehingga kajian dan analisa mereka sangat tajam,” jelas Cornelia Meinarti. (*)

Kelam Tourism Festival Resmi Dibuka, Harap Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Sintang

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved