Trend Teknologi Mengubah Perbankan Dimasa Depan
Produk dan layanan digital perbankan yang dulunya dianggap inovatif dan canggih, kini menjadi hal yang umum digunakan oleh nasabah.
Contohnya membantu produsen mobil untuk menawarkan layanan berlangganan dan memungkinkan pelanggan perusahaan telekomunikasi untuk membebankan biaya sewa film dan konten lainnya ke tagihan telepon mereka, berdasarkan analisis dari Ernst and Young (EY) Responden layanan keuangan yang disurvei oleh EY mengungkapkan bahwa peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya, memperluas ke area bisnis baru dan menciptakan produk baru bersama dengan perusahaan lain.
Jelas ini bisa menjadi kesempatan yang signifikan bagi lembaga keuangan yang mampu merangkul dan mendukung layanan aplikasi tersebut.
Untuk memulai lingkungan ekosistem, hendaknya bank memikirkan apa yang diinginkan pelanggan dari mereka dan mitra apa yang dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan itu.
Bank kemudian perlu mendefinisikan peran mereka dalam ekosistem tersebut, dan memastikan bahwa baik infrastruktur teknologi maupun visi perusahaan bisa saling support satu sama lain.
Dengan mengidentifikasi di mana dan bagaimana sebuah ekosistem dapat menambah nilai, definisikan peran Anda, dan bertransformasilah untuk mewujudkannya.
Perusahaan jasa keuangan memiliki roadmap yang akan memungkinkan mereka mempermudah keuangan bagi mitra ekosistem dan pelanggan akhir mereka dan Itu akan semakin membuat penyedia jasa keuangan menjadi kunci untuk memberikan nilai bagi ekosistem.
4. Dampak Metaverse pada Aset. Digital, Tempat Kerja, dan CX
Ada begitu banyak hype tentang metaverse sehingga mudah untuk memasukkannya sebagai "worry about later". Namun, banyak pengamat percaya bahwa langkah itu akan menjadi kesalahan bagi lembaga keuangan. Salah satu alasannya adalah bahwa "metaverse" mencakup lebih dari sekadar konsep populer tentang headset dan game virtual.
Meskipun tidak ada definisi yang jelas dan sederhana untuk "metaverse", istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan iterasi internet di masa depan, terdiri dari ruang virtual 3D yang persisten, dibagikan dan terhubung ke alam virtual yang dirasakan.
Terlepas dari penekanan pada masa depan, metaverse sudah ada dalam berbagai cara, beberapa di antaranya relevan dengan lembaga keuangan.
Munculnya blockchain, aset digital non-tradisional, dan produk virtual di metaverse akan mengarah pada proliferasi mesin digital yang perlu disimpan dengan aman oleh pihak yang membutuhkan. Bank dapat memainkan peran kunci dalam memfasilitasi transaksi di ranah digital dan membantu konsumen menyimpan aset digital, di mana non-fungible tokens (NFT) merupakan bagian yang berkembang.
Dengan blockchain yang memungkinkan monetisasi metaverse, perusahaan berkreasi untuk memfasilitasi dan berkreasi perihal aset digital untuk persediaan.
Beberapa perusahaan teknologi terbesar memperluas platform online mereka di mana orang dapat bekerja, bermain game, dan bersosialisasi, sementara perusahaan konsumen terkenal membuat NFT untuk dijual.
Di platform yang menjual ranah digital, mereka juga membuat versi online dari produk mereka.
Transaksi berbasis Blockchain di metaverse menimbulkan kemungkinan yang menarik untuk perbankan dan menjadikan trusted custodian aset digital adalah kemungkinan utamanya.
Di luar aset digital, metaverse akan mempengaruhi bank dan segmentasi didalammnya di dua bidang utama, antara lain:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Dok-File-Pribadi-Anto-Dilana-051222.jpg)