Pesan Penting Guru Penggerak Asal Pontianak Elly Leo Fara Untuk Guru: Jangan Berhenti Belajar!

"Guru yang berhak mengajar adalah guru yang mau belajar. Saat ini, pendidikan terus bertransformasi, sebagai seorang guru tentu saja harus adaptif ter

Penulis: Maskartini | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Istimewa
Elly Leo Fara, Guru SMAN 5 Pontianak yang kini menjadi Asesor Sekolah Penggerak, Asesor Guru Penggerak dan fasilitator IKM Mandiri. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Guru Penggerak asal Pontianak, Elly Leo Fara menilai bahwa seorang guru tak semestinya berhenti belajar.

"Guru yang berhak mengajar adalah guru yang mau belajar. Saat ini, pendidikan terus bertransformasi, sebagai seorang guru tentu saja harus adaptif terhadap perubahan, karena guru yang adaptif akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan murid," ujar Elly Leo Fara yang juga seorang Asesor Sekolah Penggerak, Asesor Guru Penggerak serta fasilitator IKM Mandiri, Sabtu 3 Desember 2022.

Ia mengatakan guru yang adaptif akan mulai menyesuaikan pembelajarannya sesuai dengan perubahan yang ada. Guru kata Elly harus mampu menuntun murid menyiapkan masa depannya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. 

Saat ini, sekolah di seluruh Indonesia tengah menerapkan program Kurikulum Merdeka belajar.

Kurikulum Merdeka sendiri kata Elly merupakan upaya pemerintah dalam pemulihan pembelajaran dimana penerapannya lebih fleksibel, berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan karakter profil pelajar pancasila dan kompetensi murid. 

"Merdeka belajar mulai diterapkan di Kota Pontianak tahun 2022 secara bertahap, tentu saja dampaknya berbeda-beda di tiap sekolah. Karena sumber daya yang ada di sekolah juga berbeda karena ini merupakan sesuatu yang baru tentu saja menimbulkan reaksi yang berbeda," ujarnya.

Jadi Asesor Guru Penggerak, Ini Sederet Inovasi Elly Leo Fara Guru Berprestasi Asal Pontianak

Profil Elly Leo Fara, Guru Penggerak Asal Pontianak yang Punya Segudang Prestasi

Elly mengatakan ada yang merasa lebih cocok kurikulum merdeka ini diterapkan tetapi ada yang juga merasa keberatan karena merasa perubahan membuat mereka kesulitan.

"Untuk tahun 2022 ini penerapannya di tiap sekolah diberikan kebebasan untuk memilih tiga opsi implementasi kurikulum merdeka," ujarnya.

Tiga opsi tersebut di antaranya, IKM Belajar Diaman sekolah tetap menggunakan Kurikulum 2013 dan bisa menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka.

Sedangkan, kedua, IKM Berubah yaitu sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan.

Sementara, ketiga IKM Berbagi dimana sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar. 

Untuk tahun 2022-2023 penerapan kurikulum merdeka kata Elly masih opsional tetapi pada tahun 2024 semua sekolah wajib menerapkan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum merdeka diakuinya adalah hal baru yang tentu saja masih dalam proses penyempurnaan. Hal yang perlu dipahami bahwa Kurikulum Merdeka ini kata Elly tidak ada diberikan pelatihan khusus karena semuanya secara mandiri harus dipelajari di platform merdeka mengajar.

"Tentu saja sebagian guru sebagai pelaksana kurikulum merasa kebingungan karena selama ini jika ada perubahan kurikulum maka ada pelatihan, bimtek, workshop yang dilaksanakan pemerintah. Tetapi di kurikulum merdeka ini semua guru dapat mengikuti pelatihan mandiri di Platform Merdeka Mengajar yang disediakan Kemdikburistek namun tidak semua guru mau untuk belajar di platform tersebut," ceritanya.

Kurikulum Merdeka kata Elly tidak menyediakan format khusus hanya prinsip-prinsipnya tertuang di panduan kurikulum merdeka.

"Karena dalam pelaksanaannya diberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan sesuai kebutuhan, hal ini membuat guru yang terbiasa ada format sebagai acuan mengalami kebingungan juga," ungkapnya. 

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved