Jadi Asesor Guru Penggerak, Ini Sederet Inovasi Elly Leo Fara Guru Berprestasi Asal Pontianak

Selama Elly Leo Fara mengikuti pendidikan guru penggerak banyak inspirasi yang ia dapatkan yang mendorongnya untuk melakukan aksi nyata dari modul yan

Penulis: Maskartini | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Istimewa
Elly Leo Fara, Guru SMAN 5 Pontianak yang kini menjadi Asesor Sekolah Penggerak, Asesor Guru Penggerak dan fasilitator IKM Mandiri. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Guru SMAN 5 Pontianak, Elly Leo Fara yang juga merupakan Asesor Sekolah Penggerak, Asesor Guru Penggerak serta fasilitator IKM Mandiri terus melakukan inovasi di bidang pendidikan.

Selama Elly Leo Fara mengikuti pendidikan guru penggerak banyak inspirasi yang ia dapatkan yang mendorongnya untuk melakukan aksi nyata dari modul yang dipelajari. 

"Saya membuat inovasi Klinik Belajar pada tahun 2021 yang merupakan program BK berpihak pada murid untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila dengan mengimplementasikan nilai-nilai guru penggerak," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Sabtu 3 Desember 2022.

Untuk diketahui, Program Klinik Belajar berbasis IA (Appreciative Inquiry) memanfaatkan kekuatan sebagai pendukung untuk melakukan perubahan. Program klinik belajar berdasarkan assesmen terbagi menjadi tiga sub program yaitu tutor sebaya, kreatifree dan sahabat peduli. 

"Alhamdulillah, best practice program sahabat peduli mendapatkan juara 2 lomba KTI Guru tingkat Nasional, dan program kreatifree juga saya membimbing murid mengikuti LKTI sehingga mendapat juara 1 LKTI tingkat Provinsi tahun 2021 yang diselenggarakan FMIPA Untan," ujarnya.

Profil Elly Leo Fara, Guru Penggerak Asal Pontianak yang Punya Segudang Prestasi

Pada 2022 ini, Elly kembali membuat inovasi layanan BK berdiferensiasi career guidance “Ready to Work” untuk siswa kelas XII, di mana ia memberikan layanan BK sesuai kebutuhan murid. 

Di mana, Elly mengaku tidak semua murid studi lanjutnya kuliah, beberapa murid merencanakan kerja, untuk menyiapkan mereka mamasuki dunia kerja.

"Saya berkolaborasi memberikan pelatihan vokasi bekerjasama dengan UBSI Pontianak memberikan pelatihan akunting kepada 80 murid kelas XII yang merencanakan kerja," ujarnya.

Selain itu, ia juga berkerjasama dengan pengusaha roti memberikan pelatihan pembuatan roti kepada 10 murid yang merencanakan memiliki usaha. 

"Tentu saja setiap program yang saya buat berkolaboratif dengan stakeholder sekolah yang senantiasa memberikan dukungan moril dan materil. Pada tahun 2022 juga saya membimbing siswa dalam lomba AHM Best Student dan mendapat juara 2 tingkat provinsi Kalbar," ceritanya. 

Bagi Elly, untuk berinovasi dan berprestasi bukan hanya pencapaian seorang guru saja tetapi guru harus bisa juga menuntun muridnya untuk berinovasi dan berprestasi.

Sosok Nadya Angelie Lislie, Siswi SMAK Immanuel Pontianak yang Raih Medali Emas OPSI 2022

Cerita Awal Mendaftar Guru Penggerak

Elly Leo Fara merupakan guru berprestasi asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Elly Leo Fara merupakan guru berprestasi asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat. (Istimewa)

Elly yang melewati berbagai proses mengaku dirinya memang suka belajar hal baru. Saat guru penggerak merupakan program baru yang diadakan Kemdikbudristek yang pendaftarannya secara online ia pun ikut mendaftar.

"Saya penasaran dengan ilmunya jadi saya coba daftar secara online akhir tahun 2020. Saat dinyatakan lulus seleksi calon guru penggerak saya harus mengikuti pendidikan selama 9 bulan, di tahun 2021 saya menyelesaikan Pendidikannya dan menjadi Guru Penggerak. Alhamdulillah," ujarnya.

Setelah menjadi guru penggerak, ia dapat menjadi Asesor Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak yang bertugas menyeleksi Kepala Sekolah dan Guru dalam seleksi Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak se-Indonesia. Selain itu, Elly juga menjadi mentor dalam Program Organisasi Penggerak “FIM”.

"Perasaan saya penuh rasa syukur karena menjadi bagian dari transformasi pendidikan. Saya merasa menjadi guru bahagia karena tidak menjalankan kewajiban saya sebagai seorang guru menjadi beban tetapi saya menjalaninya dengan bahagia, saya berupaya melakukan hal-hal sederhana namun bermanfaat untuk masa depan murid," ujarnya.

Tantangan murid di masa depan, kata Elly sangat berat karena itu ia harus membantu menyiapkan murid-muridnya.

"Walau dampaknya tidak terlihat dalam seketika tetapi saya yakin hal kecil yang saya lakukan akan bermanfaat untuk masa depan mereka," ujarnya.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved